MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Senin, 24 November r2025.
Di hadapan ribuan kader dari 24 kabupaten dan kota, Hasto memberikan arahan strategis, menekankan pentingnya soliditas partai dan “Jalan Kebijaksanaan” sebagai kunci utama menghadapi tantangan politik ke depan, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
Soliditas dan Mengakar pada Rakyat
Hasto Kristiyanto menegaskan, PDIP Sulsel harus menjadi motor penggerak kebijakan pro-rakyat dan menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarkader.
“Sulsel adalah lumbung semangat juang yang tak pernah padam. Konferda dan Konfercab ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan struktural, tetapi momen untuk melakukan autokritik mendalam dan pemantapan ideologi,” ujar Hasto.
Ia secara khusus menyoroti hasil Pemilu sebelumnya dan menekankan bahwa seluruh jajaran partai, dari DPD hingga DPC, harus menyatukan langkah untuk memenangkan Pilkada di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
“Soliditas adalah harga mati. Kita tidak boleh terjebak dalam kepentingan pribadi atau kelompok. Kekuatan kita adalah ketika kita mengakar pada rakyat, mendengarkan aspirasi mereka, dan menjadikan Pancasila sebagai nafas pergerakan,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah dari ratusan peserta yang hadir.
Fokus pada Regenerasi dan Kepemimpinan Inovatif
Konferda dan Konfercab kali ini menjadi sorotan karena PDIP tengah fokus pada regenerasi kepemimpinan dan penempatan kader-kader muda yang inovatif. Proses pemilihan ketua DPD dan DPC diwarnai dengan musyawarah untuk mencapai mufakat, sesuai tradisi partai.
Hasto berpesan kepada para pemimpin yang terpilih, baik yang baru maupun yang melanjutkan masa jabatan, untuk tidak hanya fokus pada kemenangan elektoral, tetapi juga pada pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) partai.
“Pemimpin PDIP di Sulsel harus mampu berpikir out-of-the-box, membawa semangat perubahan, dan menunjukkan bukti nyata keberpihakan kepada masyarakat miskin, petani, dan nelayan,” tambahnya.
Ia juga menginstruksikan agar seluruh kepengurusan segera membentuk tim kerja yang solid untuk memetakan tantangan lokal dan menyiapkan strategi pemenangan yang komprehensif.
Jalan Kebijaksanaan: Menjaga Etika Politik
Menariknya, Hasto juga secara gamblang menyinggung tentang “Jalan Kebijaksanaan” dalam berpolitik. Ini merupakan kode etik yang harus dipegang teguh kader dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.
“Kita harus berpolitik dengan integritas. Jauhkan fitnah, jauhi politik pecah-belah. Jalankan politik yang mencerahkan dan menyatukan bangsa. Ini adalah warisan ajaran Bung Karno yang harus kita jaga,” pungkas Hasto, menutup sambutannya dengan optimisme.
Comment