Mangrove Lantebung Diperkuat: Rehabilitasi Ekosistem dan Harapan bagi Masyarakat

Kolaborasi masyarakat, mitra, dan lembaga dalam kegiatan penanaman mangrove serta pelepasliaran bibit kepiting bakau di kawasan mangrove Lantebung, Kota Makassar.

MAKASSAR – Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), melaksanakan penanaman 2.500 batang mangrove dan pelepasliaran 100 bibit kepiting bakau di kawasan mangrove Lantebung, Kota Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN yang dilaksanakan di tiga kawasan pesisir Indonesia. Di Kota Makassar, kegiatan dilaksanakan di Situs Belajar Rehabilitasi Mangrove Lantebung dengan melibatkan kelompok masyarakat Jaringan Ekowisata Mangrove Lantebung (JEKOMAALA) serta kelompok pemuda Ikatan Keluarga Lantebung (IKAL).

Program ini bertujuan mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat peran mangrove sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon), yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Mangrove juga memiliki fungsi penting dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak gelombang ekstrem.

Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali, memberikan penjelasan kepada peserta kegiatan terkait tujuan dan pendekatan rehabilitasi mangrove serta pelepasliaran bibit kepiting bakau

Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali, menyampaikan bahwa kawasan mangrove Lantebung merupakan salah satu kawasan dengan sisa mangrove terakhir di Kota Makassar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lintas pihak untuk menjaga dan memperluas tutupan mangrove yang telah terbukti memberi manfaat ekologis dan sosial ekonomi bagi masyarakat.

Selain manfaat lingkungan, rehabilitasi mangrove di Lantebung juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan ini berkembang sebagai destinasi ekowisata serta mendukung perikanan pesisir, termasuk rajungan dan kepiting bakau. Pelepasliaran bibit kepiting bakau diharapkan dapat mempercepat pemulihan populasi dan menambah pilihan sumber penghidupan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan pesisir yang berkelanjutan serta menjadikan Lantebung sebagai ruang pembelajaran bersama dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Kota Makassar.


Comment