GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Angka prevalensi stunting di Gowa dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Keberhasilan Pemkab Gowa melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menurunkan prevalensi stunting tidak terlepas dari adanya kolaborasi yang baik dengan semua elemen terkait.
Kepala DPPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan dalam beberapa tahun terakhir pihaknya terus berupaya maksimal dalam menurunkan angka prevalenai stunting di daerah ini.
“Kami.tak pernah berhenti bekerja, berbuat untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Gowa dengan melibatkan para stakeholder yang ada. Dan alhamdulillah hasilnya menggembirakan,” kata Sofyan saat memberi sambutan di acara rapat koordinasi (Rakor) TPPS di Sungguminasa.
Ia menyebutkan, untuk tahun 2026 mendatang, pihaknya menargetkan penurunan angka prevalensi stunting di Gowa menjadi 14 persen dari 17 persen angka prevalensi di tahun 2025 ini.
“Untuk tahun depan kami punya target ada penurunan 3 persen yakni menjadi 14 persen dari 17 persen angka prevalensi stunting di Gowa tahun 2025 ini,” sebut Sofyan.
Sofyan mengaku ia merasa optimis target untuk menurunkan angka prevalensi stunting tahun 2026 mendatang bisa terpenuhi sepanjang amanah Peraturan Presiden (Perpres) No. 114 terkait tata kelolah Makan Bergizi Gratis (MBG) di mana Tim Pendamping Keluarga (TPK) memastikan makan bergizi gratis sampai ke sasaran yakni 3 B (ibu hamil, ibu menyusui dan balita non Paud).
Untuk itu kata Sofyan, pihaknya bersama SPPG yang ada di Gowa akan berupaya sebaik mungkin untuk menjalin kerjasama atau kolaborasi yang erat diantara mereka.
Comment