MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Kantor OJK Sulselbar pada Senin (9/3/2026) ini bertujuan memperkuat kolaborasi demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Jufri Rahman memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis FKIJK. Menurutnya, organisasi ini memegang kendali penting dalam menentukan arah ekonomi Sulawesi Selatan di masa depan.
FKIJK Penentu Arah Ekonomi
Jufri menilai forum ini merupakan ruang koordinasi yang sangat efektif bagi para pelaku industri keuangan. Melalui wadah ini, mereka dapat saling bertukar informasi sekaligus merumuskan solusi kolektif atas berbagai tantangan sektor keuangan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah FKIJK dan OJK. Jika seluruh anggota forum bersinergi merumuskan kebijakan, maka target ekonomi pemerintah pasti akan terwujud lebih cepat,” tegas Jufri Rahman.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penuh keberadaan komunitas ini. Baginya, FKIJK bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sarana penting untuk menyederhanakan persoalan pelik yang muncul di lapangan.
Performa Keuangan Sulsel Tumbuh Positif
Selanjutnya, data terbaru per Januari 2026 menunjukkan performa sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan yang sangat menggembirakan. Saat ini, total aset perbankan di Sulsel telah mencapai angka Rp212,19 triliun.
Penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,56 persen (yoy) dengan angka mencapai Rp173,03 triliun. Menariknya, sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi penyerapan kredit produktif dengan nilai Rp38,21 triliun.
“Pertumbuhan ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan kita berjalan sangat kuat untuk mendorong aktivitas ekonomi warga,” tambahnya.
Inklusi Keuangan dan Program Unggulan
Tidak hanya sektor perbankan, pasar modal di Sulawesi Selatan juga menunjukkan gairah yang luar biasa. Saat ini, jumlah investor melonjak hingga 31,23 persen dengan total nilai transaksi mencapai Rp41,87 triliun.
Oleh karena itu, kolaborasi terus berlanjut melalui berbagai program penguatan ekonomi. Beberapa di antaranya meliputi Program Hapus Rentenir, pembentukan 1.611 klaster UMKM, hingga perluasan penggunaan QRIS yang kini telah menjangkau 1,3 juta merchant.
Terakhir, Jufri berharap program literasi keuangan seperti GENCARKAN terus menyasar kelompok pelajar, nelayan, dan petani. Upaya ini penting agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan sejak usia dini.
Comment