MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar resmi menutup gerai donor darah Ramadan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Selasa (17/3/2026) malam. Aksi kemanusiaan ini mencatatkan capaian luar biasa dengan menghimpun total 2.106 kantong darah selama bulan suci.
Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal MI (Deng Ical), mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang mendonorkan darahnya. Ia merincikan bahwa khusus untuk gerai Al-Markaz saja, petugas berhasil mengumpulkan 706 kantong darah. Angka ini meningkat signifikan jika kita bandingkan dengan perolehan tahun lalu yang berjumlah 594 kantong.
“Secara keseluruhan, donasi mencapai 2.106 kantong. Capaian ini berasal dari mobile unit yang menyisir berbagai tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, klenteng, hingga vihara,” ujar Deng Ical di hadapan para tokoh dan relawan.
Stok Darah Aman Meski Permintaan Melonjak
Meskipun kebutuhan darah meningkat drastis selama Ramadan, Deng Ical memastikan stok darah di Makassar saat ini dalam kondisi aman. Ia menjelaskan bahwa rata-rata permintaan mencapai 100 kantong per hari, bahkan melonjak hingga 150 kantong dalam sepekan terakhir akibat tingginya jadwal operasi di rumah sakit.
Selain menjaga pasokan, PMI Makassar juga mempertahankan standar kualitas yang ketat. Saat ini, lembaga tersebut kembali lulus akreditasi dari Badan POM dan tetap memegang peran vital sebagai Koordinator Regional V Sulawesi untuk wilayah Indonesia Timur.
Apresiasi dari Tokoh Masyarakat
Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang hadir menutup kegiatan tersebut, memberikan pujian setinggi langit. Menurutnya, keberhasilan mengumpulkan ribuan kantong darah merupakan prestasi besar dari para relawan dan pengurus.
“Gerai ini adalah ikhtiar kita menjadikan Ramadan sebagai ladang ibadah. Setetes darah yang warga donorkan akan menjadi amal jariyah yang tak terputus,” ungkap IAS.
Selanjutnya, IAS mendorong PMI Makassar untuk terus menggencarkan sosialisasi donor darah kepada generasi muda, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR). Ia menilai Makassar memiliki potensi besar menjadi penopang utama kebutuhan darah di Indonesia Timur, mengingat sebagian besar stok darah juga terdistribusi ke daerah lain.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Duta Donor PMI Makassar Fadly Padi Reborn, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Comment