MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk menuntaskan masalah anak tanpa imunisasi atau zero dose. Melalui gerakan mobilisasi masyarakat yang masif, PKK Sulsel menargetkan ribuan anak di Kabupaten Gowa segera mendapatkan layanan kesehatan dasar sebelum pertengahan Mei 2026.
Gowa Jadi Fokus Utama
Saat ini, Kabupaten Gowa menjadi lokus prioritas karena memiliki angka anak zero dose yang cukup tinggi, yakni mencapai 5.787 anak. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan target intervensi minimal sebanyak 2.894 anak dalam kurun waktu hingga minggu kedua Mei mendatang.
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk melindungi hak kesehatan anak. Ia menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Sulawesi Selatan yang tertinggal dari layanan imunisasi.
“Kita ingin seluruh anak tumbuh sehat dan terlindungi sejak dini. Program ini menjamin akses tersebut agar mereka mendapatkan kekebalan tubuh yang layak,” ujarnya pada Rabu (1/4/2026).
Edukasi Orang Tua Jadi Kunci
Selain melakukan intervensi fisik, PKK Sulsel juga fokus memberikan edukasi mendalam kepada para orang tua. Hal ini bertujuan untuk menghapus keraguan masyarakat mengenai keamanan dan kandungan vaksin. Menurut Ketua TP PKK Sulsel, pemahaman yang benar akan meningkatkan kepercayaan publik sehingga capaian imunisasi bisa mendekati 100 persen.
“Edukasi kepada orang tua sangat penting agar tidak timbul persepsi yang keliru. Dengan demikian, mereka akan sukarela membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi lengkap,” tambahnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa PKK memiliki keunggulan strategis karena memiliki jaringan kader hingga tingkat dasawisma. Kekuatan mobilisasi inilah yang menjadi kunci utama untuk menjangkau keluarga di pelosok desa secara langsung.
Sinergi Puskesmas dan Posyandu
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Gowa bergerak serentak sebagai pusat kendali medis. Puskesmas tersebut tersebar di wilayah dataran tinggi dan rendah untuk memastikan pemerataan layanan.
Bahkan, terdapat 699 posyandu di 163 desa dan kelurahan yang bertindak sebagai ujung tombak pelayanan. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah berharap angka anak zero dose menurun drastis demi mewujudkan generasi Sulawesi Selatan yang kuat dan berkualitas.
Comment