Genjot Konektivitas Daerah, Pemprov Sulsel Percepat Proyek Jalan MYP di Bone, Sidrap dan Soppeng

Pekerja proyek Dinas Bina Marga Sulsel saat melakukan proses penghamparan aspal beton AC-BC pada proyek jalan MYP Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) saat ini terus memacu pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis. Langkah masif ini menyasar berbagai daerah guna mendongkrak kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pemprov Sulsel mendanai penuh program ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melalui proyek infrastruktur tersebut, pemerintah provinsi menargetkan kelancaran mobilitas masyarakat serta efisiensi distribusi barang antardaerah, terutama pada wilayah yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.

Saat ini, pekerja di lapangan mulai membenahi sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Penanganan intensif tersebut meliputi pekerjaan pengaspalan, pembangunan drainase, hingga penguatan badan jalan pada titik-titik rawan longsor.

Berdasarkan laporan progres terbaru, pekerjaan MYP tengah berlangsung pada ruas yang masuk dalam Paket 3, Paket 4, dan Paket 5. Tim teknis memfokuskan pengerjaan pada penghamparan aspal, pembangunan drainase, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta preservasi jalan secara berkala.

Pada Paket 3, para pekerja menggenjot pengaspalan di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tanrutedong. Mereka menghampar lapis antara aspal beton atau Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) pada STA 15+150 di sisi kiri dan kanan jalan.

Sementara itu, tim lapangan memfokuskan penanganan Paket 4 pada ruas Anabanua–Makale–Batas Sidrap. Pekerja membangun talud bahu jalan untuk memperkuat struktur jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat erosi. Selain itu, tim juga terus mengawal preservasi jalan di ruas Batas Kabupaten Soppeng–Ulugalung agar jalur tersebut tetap aman bagi pengendara.

Selanjutnya, pada Paket 5, aktivitas pengerjaan berpusat di beberapa ruas strategis Kabupaten Bone. Pekerja membangun dinding penahan tanah (DPT) di ruas Ujung Lamuru–Palattae pada STA 9+630 demi mengantisipasi potensi longsor.

Kemudian, proyek berlanjut dengan pembuatan saluran drainase di ruas Palattae–Bojo pada STA 0+425 untuk mendukung sistem pembuangan air. Sementara di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, tim mempercepat penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC) pada STA 17+550.

Peningkatan infrastruktur jalan ini tentu membawa angin segar bagi warga setempat. Pemprov Sulsel berharap perbaikan ini dapat mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar perdagangan, serta menyokong mobilitas harian masyarakat sekitar.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menegaskan bahwa percepatan proyek ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi lokal. Menurut pengamatannya, sejumlah jalan rusak kini sudah mengalami perubahan fisik yang sangat signifikan.

“Kami sudah mengaspal sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan. Kondisinya kini jauh lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” jelas Rosyadi pada Minggu (14/7/2026).

Ia menambahkan bahwa program perbaikan jalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, proyek ini memegang peran krusial dalam mendukung kelancaran seluruh aktivitas sosial-ekonomi masyarakat di daerah.

Oleh karena itu, Pemprov Sulsel menargetkan seluruh paket pekerjaan dalam program MYP ini rampung tepat waktu sesuai jadwal. Di samping memacu kecepatan progres fisik, pemerintah provinsi juga memperketat pengawasan lapangan agar kualitas bangunan tetap memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku.


Comment