MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kini resmi memulai langkah pengabdian mereka di tengah masyarakat. Sebanyak 327 mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 akan menjalankan berbagai program kerja di Kabupaten Maros selama lebih dari satu bulan, terhitung mulai 2 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyambut langsung kedatangan para intelektual muda ini di Ruang Pola Kantor Bupati Maros pada Kamis (2/7/2026). Selanjutnya, panitia akan menyebar seluruh peserta KKN ke 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros.
Dosen Pembimbing KKN Unhas Wilayah Maros, Andi Lukman Irwan, menjelaskan bahwa ratusan mahasiswa tersebut berasal dari 14 fakultas yang berbeda. Guna memaksimalkan program kerja, sebanyak 14 dosen pembimbing lapangan akan mendampingi mereka secara intensif.
Menurut Lukman, KKN Gelombang 116 ini mengusung lima tema strategis. Tema-tema tersebut meliputi KKN Tematik Pemberdayaan Desa, Perubahan Iklim, Keterbukaan Informasi Publik, Infrastruktur Pekerjaan Umum yang bekerja sama dengan Kementerian PU, serta KKN Tematik Hukum.
Nantinya, mahasiswa akan mengeksekusi beragam program yang relevan dengan kebutuhan desa. Program tersebut berkisar pada pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi lokal, hingga menyokong tata kelola pemerintahan desa.
“Kemudian bagaimana membantu pemerintah desa untuk program strategisnya,” ujar Lukman saat memberikan keterangan.
Penyelenggara Ingatkan Mahasiswa Utamakan Keselamatan
Di sisi lain, Lukman menaruh harapan besar agar kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan dampak positif yang nyata. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh peserta untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri, terutama bagi mereka yang bertugas di wilayah pegunungan.
Sebab, mahasiswa sering kali terpikat untuk mengunjungi destinasi wisata alam yang indah demi berswafoto atau membuat konten media sosial. Sayangnya, mereka kadang mengabaikan faktor keamanan lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau mereka untuk tidak memasuki wilayah-wilayah yang rawan dan selalu mengutamakan keselamatan,” tegas Lukman.
Respons Positif Bupati Maros
Senada dengan hal tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam juga meminta mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di alam terbuka. Secara khusus, ia menyoroti Kecamatan Tompobulu yang memiliki beberapa titik sungai berarus deras dan berisiko tinggi.
Chaidir kemudian mengingatkan kembali beberapa insiden memilukan yang pernah terjadi di kawasan tersebut. Kejadian itu antara lain tenggelamnya seorang pemuda di Sungai Mangngampa pada Oktober 2025 serta dua mahasiswa yang terseret arus Sungai Kaliborang pada Maret 2026.
“Ada beberapa lokasi yang indah, tetapi perlu kehati-hatian saat dikunjungi, misalnya di Tompobulu, Camba, Cenrana, dan Mallawa. Kami berharap mahasiswa selalu menjaga keselamatan selama menjalankan KKN,” kata Chaidir.
Walaupun begitu, Chaidir mengaku sangat gembira atas kedatangan delegasi Unhas ini. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa akan menyuntikkan energi dan semangat baru bagi warga. Terlebih lagi, kehadiran mereka bertepatan dengan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa dapat ikut serta menyemarakkan pesta rakyat di tingkat desa dan kelurahan.
Comment