BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kasus dugaan penganiayaan terhadap staf PPPK DPRD Bone, Yuli Novita Sari, yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, mulai diseriusi pihak penyidik Polres Bone. Setelah melakukan olah TKP, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian, Rabu (22/7/26) lalu.
Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setio Budhi, melalui telepon WhatsApp, Sabtu (25/7/26), menegaskan bahwa pihak penyidik akan terus mendalami kasus ini. Sugeng mengaku mendapat telepon dari salah satu pejabat penting di Bone yang menanyakan apakah kasus ini akan berlanjut atau tidak.
“Saya bilang ya suruh minta maaf, kalau tidak pasti kasus ini berlanjut karena tidak ada yang kebal hukum”, tegas Sugeng.
Meski begitu, Sugeng mengatakan permintaan maaf dari Ketua DPRD Bone belum tentu diterima oleh korban. Menurutnya di beberapa kasus banyak korban yang memaafkan secara lisan tapi tetap meminta proses hukum berlanjut.
“Banyak juga itu sudah minta maaf, peluk-pelukan, eh tetap maunya proses hukum dilanjutkan”, ujarnya.
Memasuki hari keempat pasca kejadian dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua DPRD Bone, meme tentang Andi Tenri dan Yuli terlihat semakin bertebaran di media sosial khususnya facebook dan tiktok. Sebagian besar netizen mengecam perbuatan Andi Tenri, namun sebagian lagi menunggu langkah apa yang akan ditempuh legislator Gerindra tersebut.
Comment