BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sejak 21 Agustus, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, diketahui bertolak ke Bali bersama rombongan dengan beberapa agenda yang diatur oleh Kementerian Pertanian. Diantara agenda tersebut yakni mengunjungi sebuah peternakan ayam binaan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT).
“Kita ingin meniru dan insya Allah terapkan di Bone. Meskipun masih relatif kecil tapi pelihara ayam sudah banyak yang mulai. Ayam dan sapi di Bone peminatnya tinggi. Sekarang kebutuhan telur naik apalagi ada SPPG untuk makanan bergizi gratis,” ungkap Andi Asman dihadapan peternak Bali.
Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT), I Gusti Putu Ngurah Raka, berharap kelompok peternak yang ada sekarang bisa dibantu kebutuhannya demi peningkatan produksi. Diketahui, salah satu kelompok penerima manfaat HAT di Bangli, Bali, mengelola sekitar 600 ekor ayam. Tingkat produksi telur mencapai sekitar 80 persen yang kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pasar desa.
Terpisah, General Manager (GM) Corporate Secretary & CSR PT Berdikari, AS Hasbi Al Islahi, menjelaskan bahwa Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) juga akan dikembangkan di Kabupaten Bone dan sekarang masih tahap pembangunan. Hasbi menambahkan bahwa HAT ini telah menjadi Program Strategis Nasional (PSN) dan dikuatkan melalui Instruksi Presiden (Inpres).
“Konsepnya bukan hanya membangun kandang atau menghasilkan ayam, tetapi membangun ekosistem dari hulu sampai hilir. Peternak rakyat harus menjadi bagian utama dari ekosistem ini sehingga mereka mendapatkan kepastian usaha, akses input produksi, teknologi, sekaligus pasar,” bebernya.
PT Berdikari juga mendapat mandat untuk memperkuat sektor hulu melalui pengembangan Grand Parent (GP) Farm, Parent Stock, serta produksi DOC dan pakan. Sebagian hasil produksi selanjutnya dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan peternak rakyat.
“Harapannya, produktivitas peternak meningkat, biaya produksi lebih kompetitif, dan hasil ternak memiliki kepastian pasar. Dengan begitu, manfaat hilirisasi tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat dan peternak di daerah,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi dan studi tiru ini tersebut dihadiri Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar I Gde Eka Budhiyadnya, Kepala BPTU-HPT Denpasar, I Gusti Putu Ngurah Raka, serta General Manager Corporate Secretary & CSR PT Berdikari A.S. Hasbi Al Islahi. Hadir pula Ketua Kelompok Tani Wanita serta jajaran terkait lainnya.
Comment