Konsil Kedokteran Indonesia : Kedudukan PDSI sama dengan IDI

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menerima audiensi dari Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI), Selasa, 24 Mei 2022.

Audiensi ini belangsung di kantor KKI dan dihadiri komisioner KKI selaku pejabat negara; Ketua Konsil Kedokteran Indonesia dr. Putu Moda Arsana. SpPD. KEMD. FINASIM. Wakil Ketua Konsil Kedokteran Laksda TNI (Purn) drg. Andriani, Sp. Ort, FICD, Ketua Konsil Kedokteran Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, Ketua Konsil Kedokteran GIGI Prof. Dr.drg. Melanie Hendriaty Sadono, M.Biomed, PBO. Anggota Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Drs. Hisyam Said, Msc, Ketua Divisi pembinaan Konsil Kedokteran GIGI Brigjen TNI AD (purn) Nurdjamil Sayuti, MARS. Ketua Divisi pembinaan konsil Kedokteran Dr. dr. Dollar, Sp.KKLP, SH, MH, MM, Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran GIGI, Kolonel TNI AD (purn) Drg. Achmad Syukur A. MM. Ketua Divisi Registrasi Konsil Kedokteran GIGI, Drg. Sri Rahayu Mustikowati. M.Kes. CfrA. Anggota Divisi Registrasi Kedokteran GIGI. Dr. Vonny Nouva Tubagus, SpRad (K). Anggota Divisi Registrasi Konsil Kedokteran, dr Ni Nyoman Mahartini SpPK (k). Anggota Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran GIGI Kolonel TNI AD (purn) Drg. Nadhyanto SpPros. dan pengurus pusat PDSI, termasuk Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan, Sp. Rad (K)RI.

Ketua Umum PDSI, Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Prayitno, Sp. B, MARS mengatakan, lembaganya memiliki visi menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesejawatan, serta berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Misi PDSI yakni mengayomi dokter dengan bersinergi bersama rakyat dan pemerintah dengan membentuk organisasi dokter yang profesional.

Meningkatkan taraf kesehatan rakyat Indonesia dan kesejahteraan anggota. Selain itu, mendorong inovasi anak bangsa di bidang kesehatan berwawasan Indonesia untuk dunia.

Ketua KKI, dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, FINASIM berharap PDSI menjadikan kemajuan teknologi kedokteran sebagai salah satu fokus, terutama dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025 sehingga dokter Indonesia dapat bersaing secara global.

Ia berharap visi misi PDSI sejalan dengan slogan KKI, yaitu Komunikasi, Kolaborasi, Integritas dan PDSI senantiasa bersikap strategis.

KKI mendukung PDSI yang sudah sah dan legal menurut undang-undang. KKI juga mengakui PDSI sebagai organisasi masyarakat sama dengan IDI.

Wakil Ketua 1 KKI, Laksda TNI (Purn) drg. Andriani, Sp. Ort, FICD menyampaikan selamat dan menyambut baik kehadiran PDSI yang memberi warna baru dalam dunia kesehatan Indonesia dengan tetap berpegang pada visi-misi mulia yang ditetapkan sendiri oleh PDSI.

Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D mengucapkan selamat atas berdirinya PDSI. Ia juga mengingatkan PDSI bahwa kemajuan Iptek kedokteran secara global sudah sangat signifikan sehingga PDSI harus mengantisipasi hal tersebut dengan aktif di dunia internasional juga.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai komisioner KKI yang mewakili masyarakat Drs. Hisyam Said, Msc juga menyambut baik berdirinya PDSI untuk membawa perubahan yang lebih baik. Dalam memajukan Dunia Kedokteran.

Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran KKI, Dr. dr. Dollar, Sp.KKLP, SH, MH, MM juga mengucapkan selamat secara khusus kepada PDSI karena telah diakui negara berdasarkan SK Kemenkumham, serta berharap PDSI membela NKRI, membela kesejawatan, serta membawa Indonesia untuk dunia sesuai slogan PDSI sendiri. Dan PDSI menjadi Rumah Suci Dokter seluruh Indonesia.

Anggota komisioner lain juga menyambut hangat kehadiran PDSI dan berharap PDSI tetap di jalur yang benar dan selalu strategis dalam bersikap dan bertindak dan memajukan Dunia Kedokteran Indonesia Dalam bentuk reformasi Kedokteran.

Prof. dr. Deby Pada Vinski, M.Sc, Ph.D selalu Wakil Ketua Umum PDSI bersyukur atas sambutan hangat dari seluruh komisioner KKI yang hadir. Prof. Deby mengungkapkan bahwa PDSI mengutamakan kesejawatan dan kemajuan IPTEK, terutama mendukung sejawat dokter di luar negeri untuk kembali ke Indonesia, dimana Negara memanggil Putra/Putri Indonesia yang Ada diluar Negri Untuk kembali mengabdi di negara kesatuan Republik Indonesia. PDSI bertekad dan berjuang untuk dapat mengembalikan devisa negara yang keluar, dimana masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan di Negaranya sendiri.

Menurut wakil ketua umum PDSI selalu siap berkolaborasi dengan organisasi manapun yang sesuai misi dan visinya dengan PDSI.

Dr. Erfen Gustiawan Suwangto, Sp.KKLP, SH, MH.Kes selaku Sekretaris Umum PDSI juga mengungkapkan bahwa PDSI siap menguatkan fungsi KKI sebagai lembaga negara selaku penentu standar pendidikan, standar kompetensi dll sehingga tidak akan ada standar ganda dalam dunia kedokteran Indonesia walaupun sekarang organisasi profesi dokter lebih dari satu.

Letjen TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan, Sp. Rad (K)RI selaku Dewan Pelindung PDSI menutup masukan dari PDSI dengan mengungkapkan harapan agar KKI semakin kuat sebagai lembaga negara.

Konsil Kedokteran Indonesia atau KKI merupakan suatu badan otonom, mandiri, non struktural dan bersifat independen, yang bertanggung jawab kepada Presiden RI.
KKI dan PDSI memiliki cita-cita luhur yaitu ingin membantu para dokter seluruh Indonesia dan memperjuangkan reformasi kedokteran di Indonesia agar lebih baik. Hal ini sejalan dengan visi misi PDSI tentunya.

Dengan tujuan mulia yang dimiliki PDSI tersebut, Prof. dr. Deby Vinski pun menghimbau agar masyarakat yang biasa berobat ke luar negeri bisa mempercayakan pengobatannya dengan dokter yang ada di Indonesia karena dokter Indonesia tak kalah hebatnya dengan dokter luar negeri.

Begitu juga dengan para dokter Indonesia yang ada di luar negeri bersedia kembali ke Tanah Air.

Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) berdiri pada 27 April 2022 sesuai dengan SK Kemenkumham Republik Indonesia No. AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

PDSI berdiri atas cita-cita luhur para pendahulu di bidang ilmu kedokteran dengan mengutamakan nilai-nilai kebangsaan, kekeluargaan, sopan-santun, dan senantiasa mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. (*)


Comment