Sering Ada di Rumah, Ini Bahaya Keracunan Oli dan Cara Menanganinya

Sering Ada di Rumah, Ini Bahaya Keracunan Oli dan Cara Menanganinya

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Keberadaan minyak pelumas atau oli di area rumah tangga sering kali luput dari perhatian, padahal cairan ini menyimpan risiko kesehatan yang serius. Meski kasusnya jarang, insiden keracunan oli benar-benar terjadi, seperti peristiwa viral satu keluarga yang tidak sengaja mengonsumsi makanan yang dimasak menggunakan oli.

Pakar Kedokteran Forensik, dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc, menjelaskan bahwa oli mengandung senyawa hidrokarbon yang bisa membahayakan tubuh. Hidrokarbon sendiri merupakan campuran karbon dan hidrogen yang umum ditemukan pada bahan bakar dan produk pembersih.

Kenali Risiko dan Gejalanya

Menurut dr. Kanina, paparan hidrokarbon biasanya terjadi melalui tiga cara: ketidaksengajaan pada anak-anak, paparan saat bekerja, atau penyalahgunaan sengaja oleh remaja. Beruntungnya, oli memiliki viskositas (kekentalan) yang tinggi, sehingga risiko terserap ke sistemik atau paru-paru cenderung lebih rendah dibanding cairan encer.

Namun, Anda tetap harus waspada jika seseorang tidak sengaja menelan oli. Gejala yang muncul biasanya meliputi:

  • Gangguan Pencernaan: Mual, muntah, nyeri perut, hingga perdarahan lambung.

  • Gangguan Pernapasan: Jika cairan masuk ke paru-paru (aspirasi), penderita akan batuk, sesak napas, hingga kulit membiru.

  • Iritasi Kulit: Muncul kemerahan, rasa terbakar, atau lepuhan jika terkena kulit dalam waktu lama.

Langkah Darurat Saat Terjadi Paparan

Jangan panik saat menghadapi situasi ini. Segera lakukan langkah pertolongan pertama berikut sebelum membawa pasien ke rumah sakit:

  1. Jangan Paksa Muntah: Jika oli tertelan, jangan mencoba memuntahkannya. Tindakan ini justru berisiko mendorong cairan masuk ke paru-paru.

  2. Bilas Kulit dan Mata: Cuci area kulit yang terkena dengan sabun dan air mengalir. Jika mengenai mata, aliri dengan air bersih selama 15 menit tanpa menggosoknya.

  3. Segera ke Medis: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, rontgen dada, atau MRI untuk memastikan tingkat keracunan pada sistem saraf atau paru-paru.

Pencegahan Adalah Kunci

Sebagian besar kasus keracunan oli merupakan murni kecelakaan. Oleh karena itu, simpanlah oli dan bahan kimia lainnya di tempat tinggi yang jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan Anda selalu menggunakan wadah asli. Jika harus memindahkannya, berikan label keterangan yang sangat jelas agar tidak tertukar dengan bahan makanan.

Semakin cepat pasien mendapatkan bantuan medis, maka peluang pemulihan akan semakin besar. Pasien tanpa gejala berat biasanya boleh pulang setelah observasi selama 4 hingga 6 jam di rumah sakit.


Comment