Uji Lapangan DPRD Sulsel: Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Penuhi Standar

Uji Lapangan DPRD Sulsel: Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Penuhi Standar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tim teknis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Komisi D DPRD Sulsel melakukan pengecekan ulang terhadap ketebalan aspal di Jalan Hertasning, Kamis (5/3/2026). Hasil pengukuran langsung di lapangan menunjukkan bahwa ketebalan lapisan aspal telah memenuhi, bahkan melampaui standar teknis yang dipersyaratkan.

Kunjungan kedua ini bertujuan untuk menjawab sorotan publik dan dewan yang sebelumnya meragukan kualitas peningkatan jalan tersebut. Pada pengecekan sehari sebelumnya, sejumlah pihak menilai ketebalan aspal 4 sentimeter (cm) belum cukup memadai.

Hasil Uji Petik Melampaui Syarat

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN. Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa tim teknis melakukan uji petik pada beberapa titik di ruas jalan sepanjang 1,8 kilometer tersebut. Menurutnya, hasil pengukuran membuktikan bahwa kontraktor telah bekerja sesuai spesifikasi.

“Hari ini kami mengecek ketebalan bersama anggota dewan. Hasilnya, rata-rata ketebalan memenuhi syarat, bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan,” ujar Wildani yang akrab disapa Dani.

Dani menambahkan bahwa penggunaan jenis aspal Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) setebal 4 cm memang merupakan standar baku Bina Marga untuk lapis aus. Jenis aspal ini memiliki peran krusial karena permukaannya lebih rapat dan kedap air, sehingga mampu menahan beban lalu lintas menengah hingga berat dengan tekstur yang halus.

DPRD Sulsel Akui Kualitas Pekerjaan

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, yang hadir di lokasi turut mengakui hasil pengujian tersebut. Ia menilai sampel yang diperiksa sudah mewakili kondisi keseluruhan proyek preservasi jalan tersebut. Karena hasil awal sudah menunjukkan kesesuaian standar, tim memutuskan untuk tidak melanjutkan pengambilan sampel ke titik lain.

Selain fokus di Jalan Hertasning, rombongan dewan juga memantau perkembangan pengerjaan di ruas Jalan Aroepala. Menanggapi hal tersebut, Dani menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu proses pabrikasi saluran beton pracetak (U-Ditch).

Strategi Hindari Kemacetan di Jalan Aroepala

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sengaja mengatur tahapan pengerjaan di Jalan Aroepala secara hati-hati untuk menghindari kemacetan parah. Pasalnya, pembongkaran saluran drainase tanpa kesiapan material pengganti akan sangat mengganggu arus kendaraan.

“Kami menunggu U-Ditch lengkap terlebih dahulu sebelum melakukan pembongkaran. Jika saluran terbongkar terlalu lama tanpa pemasangan pengganti, lalu lintas di kawasan tersebut pasti terhambat,” jelas Dani.

Melalui sinergi pengawasan bersama DPRD dan uji teknis yang transparan, Pemprov Sulsel berkomitmen memastikan setiap jengkal infrastruktur jalan terbangun dengan kualitas terbaik. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jalan di Kota Makassar.


Comment