MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Ramadan, Jalan Mappanyukki, Kota Makassar, Kamis (5/3/2026). Langkah ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan masyarakat, khususnya takjil, agar terbebas dari kandungan zat berbahaya.
Taruna menjelaskan bahwa pihaknya tengah menggencarkan pengawasan melalui metode surveillance. Menurutnya, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM se-Indonesia bergerak serentak setiap hari selama bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang guna memastikan kepatuhan para pedagang.
Penyamaran dan Uji Sampel Lapangan
Menariknya, Taruna mengungkapkan bahwa timnya kerap melakukan pengawasan dengan cara menyamar sebagai warga biasa. Strategi ini mereka terapkan agar proses pemantauan berjalan alami tanpa rekayasa dari pihak penjual.
“Hari ini kami melakukan surveillance di salah satu titik di Kota Makassar untuk menilai apakah takjil yang dijual sudah sesuai ketentuan atau belum,” jelas Taruna di sela kegiatannya.
Dalam sidak tersebut, tim BPOM langsung mengambil 45 sampel makanan dan minuman secara acak. Selanjutnya, petugas menguji sampel tersebut di laboratorium keliling yang mereka bawa ke lokasi untuk mendeteksi kandungan formalin, zat pewarna tekstil, hingga pengawet berbahaya lainnya.
Hasil Uji: Takjil Makassar Aman
Setelah melalui pemeriksaan ketat, Taruna membawa kabar baik bagi warga Makassar. Pasalnya, tim laboratorium tidak menemukan satu pun produk yang mengandung bahan kimia berbahaya dari puluhan sampel tersebut.
“Alhamdulillah, kami tidak menemukan satu pun pedagang yang menjual jajanan tidak sesuai ketentuan. Artinya, semua sampel lulus uji dan bersih dari zat berbahaya seperti formalin maupun plastik,” bebernya dengan penuh syukur.
Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada para pedagang di Jalan Mappanyukki atas komitmen mereka menjaga kualitas dagangan. Taruna pun berharap agar kondisi serupa terjadi di wilayah lain di Indonesia sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
“Semoga penjual takjil di tempat lain juga mencontoh apa yang ada di Makassar ini, yaitu tidak menggunakan zat berbahaya pada jajanan yang mereka tawarkan,” pungkasnya.
Comment