MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Mengawali hari kerja dengan semangat transformasi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar membagikan strategi jitu pembangunan Zona Integritas (ZI) kepada BBPOM di Kendari. Kegiatan berbagi pengetahuan (sharing knowledge) ini berlangsung secara daring pada Rabu (25/3/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat implementasi ZI demi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari personel BBPOM di Kendari serta koordinator area perubahan BBPOM di Makassar mengikuti diskusi intensif tersebut.
Bukan Sekadar Predikat, Tapi Budaya Kerja
Kepala BBPOM di Kendari, Andi Amirah Nilawati, menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada seremonial semata. Menurutnya, seluruh jajaran harus menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari.
“Kami telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Selanjutnya, kami ingin mengadaptasi praktik terbaik dari BBPOM Makassar agar bisa meraih WBBM,” ungkap Andi Amirah.
Senada dengan hal itu, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan Setiawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ZI bergantung pada komitmen kolektif. Ia menekankan bahwa setiap personel memikul tanggung jawab besar untuk menjaga konsistensi pelayanan.
“Pembangunan Zona Integritas bertujuan utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan sekadar memburu piagam penghargaan,” tegas Yosef.
Bedah Strategi dan Inovasi
Dalam sesi pemaparan, Ahmad Lalo selaku PFM Ahli Madya BBPOM Makassar mengupas tuntas success story unit kerjanya. Ia membedah berbagai aspek mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, hingga inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Selanjutnya, sesi diskusi berjalan interaktif saat jajaran BBPOM di Kendari menggali lebih dalam mengenai solusi atas tantangan di lapangan. Melalui sinergi ini, kedua instansi berharap dapat mengakselerasi birokrasi yang lebih bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Comment