BONE, BERITA-SULSEL.COM — Beredar daftar sumbangan untuk kegiatan Gau Maraja yang akan dibuka besok, (25/9/26), memantik kegeraman Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Muhammad Salam atau yang akrab disapa Lilo Ak.
Legislator Nasdem ini menyayangkan jika pungutan tersebut benar adanya. Melalui sambungan telepon WhatsApp, Lilo mengingatkan pihak sekolah untuk tidak memungut sumbangan berupa uang atau bentuk apapun dari para guru.
“Ini tidak boleh ini karena jelas sudah dianggarkan, baik dari kementerian maupun dari dinas. Kalau betul itu yang beredar, ya itu pungli. Besok saya akan pastikan ke sekolah-sekolah apakah betul ada pungutan”, geramnya.
Diberitakan sebelumnya, Gau Maraja yang merupakan acara tahunan Kementerian Kebudayaan dimana tahun ini Kabupaten Bone sebagai tuan rumah, sudah mendapat suntikan dana APBN sebesar Rp689.030.000.
Adapun rincian penggunaan dana yakni Paket Belanja Sewa Kegiatan Gau Maraja senilai Rp339.600.000, Belanja Jasa Lainnya yakni untuk Jasa Pembuatan Desain Publikasi dan Konten Kegiatan dan Jasa Penampil senilai Rp159.937.000. Terakhir ada Belanja Bahan Kegiatan senilai Rp125.403.000.
Kegiatan Gau Maraja ini akan berlangsung sampai 30 September dengan berbagai item acara, mulai dari dialog budaya, upacara adat, pameran pusaka hingga kuliner tradisional khas bugis. Lilo sendiri akui mendukung penuh acara namun tidak sepakat jika terjadi pungutan-pungutan yang dapat membebani masyarakat, termasuk ASN.
“Saya sudah tanyakan ini siapa yang kumpulkan uangnya di kabupaten. Saya tanya kadis kebudayaan, saya tanyakan juga ke dinas pendidikan, tapi katanya tidak ada. Makanya besok saya akan tanyakan ke sekolah-sekolah, apakah benar ada setoran dan siapa yang kumpulkan”, ujar Lilo.
Gau Maraja seyogyanya adalah ajang promosi adat dan budaya Bone kepada para tamu yang akan datang dari luar Kabupaten Bone. Gau Maraja rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Untuk itu, Lilo berharap giat ini dimanfaatkan dengan baik sebagai momentum kembalinya kejayaan Bone sebagai kabupaten yang kaya akan tradisi, adat dan budaya leluhur.
Comment