SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM — Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Bone terus memperkuat pengawasan distribusi obat hingga ke tingkat daerah. Langkah strategis ini terwujud saat Kepala Loka POM Bone, Handri Burhan, hadir sebagai narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Obat di Kabupaten Soppeng, Rabu (07/10/2026).
Kegiatan tersebut menghimpun para Apoteker Penanggung Jawab serta Tenaga Teknis Kefarmasian dari berbagai apotek dan toko obat se-Kabupaten Soppeng. Melalui agenda ini, Loka POM Bone bertujuan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha kefarmasian terhadap regulasi perizinan dan standar tata kelola obat yang aman.
Langkah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari lintas sektor. Sejumlah pejabat penting turut hadir menyatukan persepsi, antara lain Plt. Kepala Dinas Kesehatan Soppeng Muhammad Evinuddin, perwakilan Dinas Kesehatan Sulsel Sulpiana, perwakilan DPMPTSP Soppeng Pujiarman, serta Ketua PC IAI Soppeng Imran.
Dalam pemaparannya, Handri Burhan mengupas tuntas materi tata kelola obat, bahan obat, hingga komoditas sensitif seperti narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi (NPP). Ia menegaskan bahwa para tenaga kefarmasian harus menjalankan setiap tahapan—mulai dari penerimaan, penyimpanan, pencatatan, hingga penyerahan obat—secara tertib dan dapat tertelusuri.
“Pengelolaan komoditas kefarmasian memerlukan ketelitian tinggi karena berdampak langsung pada keselamatan pasien. Oleh karena itu, tenaga kefarmasian wajib memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar legalitas,” tegas Handri.
Selain membahas teknis pengelolaan, forum Bimtek ini juga menjadi sarana diskusi interaktif mengenai kemudahan perizinan usaha. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai pemenuhan syarat administrasi agar fasilitas pelayanan mereka memiliki kepastian hukum.
Selanjutnya, Handri menjelaskan bahwa pembinaan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam mencegah potensi pelanggaran di lapangan. Pihaknya bertekad terus merawat sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi.
“Kami berharap para penanggung jawab apotek semakin memahami pentingnya tata kelola obat yang benar. Loka POM Bone akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat menerima obat yang aman, bermutu, dan terjamin,” tambah Handri.
Pada akhir kegiatan, seluruh instansi sepakat memperkuat koordinasi berkala. Sinergi yang solid antara Loka POM, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, dan IAI diharapkan mampu menyelesaikan berbagai kendala pelayanan kefarmasian di Kabupaten Soppeng secara cepat dan tepat.
Comment