MAROS, BERITA-SULSEL.COM — Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Kabupaten Maros selama tiga hari berturut-turut. Menanggapi ancaman kesehatan tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam langsung mengambil langkah cepat. Ia membagikan masker secara gratis kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel pagi di Lapangan Pallantikang.
Pemerintah Kabupaten Maros menduga kuat bahwa kabut asap ini muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus berjalan secepat mungkin guna melindungi para pegawai publik dan masyarakat luas.
“Saat berada di luar ruangan, saya berharap seluruh ASN memakai masker demi menjaga kesehatan diri,” tegas Chaidir Syam saat menyerahkan masker secara simbolis kepada para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain membagikan masker, Ketua PMI Kabupaten Maros ini juga meminta ASN serta warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah. Langkah pencegahan ini sangat penting untuk menekan risiko penyakit saluran pernapasan akibat paparan debu dan asap kotor.
“Jika tidak memiliki kepentingan mendesak, sebaiknya kita beraktivitas di dalam ruangan saja. Kondisi cuaca saat ini sedang buruk, sehingga risiko gangguan kesehatan meningkat,” tambahnya.
Di samping mengantisipasi dampak buruk karhutla, penggunaan masker juga menjadi benteng pertahanan dari potensi penularan influenza. Meskipun Dinas Kesehatan Kabupaten Maros belum menemukan kasus aktif, pemerintah daerah memilih tetap bersiap sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr. Yunus, menegaskan bahwa jajarannya terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala flu yang sulit sembuh.
“Gejala awal influenza memang mirip flu biasa. Namun, proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama. Jika pengobatan awal di puskesmas belum membuahkan hasil, kami akan merujuk pasien ke rumah sakit untuk pemeriksaan laboratorium,” jelas dr. Yunus.
Melalui aksi pembagian masker ini, Pemkab Maros mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker saat keluar rumah dan menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci utama menghadapi cuaca buruk saat ini.
Comment