
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Batuan Bibit Jagung Bisi 18 dengan berat 5 kilo gram seharusnya dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Bibit tersebut merupakan bantuan dari pemerintah. Tapi, hal itu berbeda di Kabupaten Soppeng. Bibit ini diperjual belikan.
Bibit Jagung ini dengan mudah ditemukan di Pasar Pallapao, Desa Baringing, Kecamatan Lilirialu, Kabupaten Soppeng dengan harga Rp140.000.
Andi Lantur, salah satu warga Baringing yang melihat bibit jagung tersebut diperjual belikan mempertanyakan komitmen pemerintah.
Baca Juga : Tahukah Kamu, Pelanggaran Keuangan 2016 di Soppeng Hingga 979 Kasus, 393 Kerugian Finansial
“Pada pembungkus bibit itu bertuliskan benih bantuan pemerintah tidak untuk jual belikan. Hal ini menjadi pertanyaan kenapa bisa ada bibit dijual bebas di pasar,” ujarnya, Selasa (11/4/2017).
Lantur menjelaskan, seharusnya pemerintah melalui dinas pertanian harus pro aktif melakukan pemantauan. Bibit yang seharusnya dibagikan secara gratis malah dijual, ini merugikan masyarakat.
Kepala Bidan Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, Suhardiman mengatakan, pihaknya belum menerima adanya laporan adanya bibit jarung bantuan.
Baca Juga : Terbukti Korupsi, Mantan Kadis Pertanian Soppeng Divonis 4 Tahun Penjara
“Kami akan melakukan penelusuran, jika ditemukan ada petugas yang melakukan penjualan, maka akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Kata dia, bantuan diberikan disemua daerah di Sulawesi Selatan melalui program pengembangan jangung pada lahan khusus. Sehingga bisa jadi benih tersebut berasal dari daerah lain yang sengaja dipasok ke Soppeng untuk jual,”paparnya. (Henrik)
Comment