
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) yang dihadiri Pimpinan Cabang Se Sulawesi Selatan sebagai rangkaian Harlah ke-71 Muslimat NU, Minggu (23/4/2017) di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.
Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Majdah M Zain mengapresiasi kehadiran seluruh Ketua dan Pengurus Muslimat NU kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan, tentunya untuk mengkordinasikan hal-hal yang mendesak dan mengevaluasi program yang telah dilaksanakan.
“Perlu kami sampaikan sebagai rangkaian kegiatan Harlah telah diadakan kegiatan sosialisasi penyalahgunaan narkoba, pelatihan penyelenggaraan Sholat Jenazah, Pembukaan Rakorda dirangkaian pengajian akbar yang bertema membumikan Ahlusunnah Wal Jama’ah di Era Globalisasi Dr KH Abdullah Syamsul Arifin, adapun puncak kegiatan akan diadakan pada tanggal 24 April 2017 di Masjid Raya, Muslimat NU Sulsel akan melauching Gerakan Sulsel Mengaji dan Shalawat (G-SMS),” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Arfah Shiddiq menjelaskan, Muslimat NU sebagai Badan Otonom tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab diantaranya pada bidang organisasi, Muslimat NU harus terus berpacu sebagai salah satu perwujudan Muslimat sebagai ormas keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“Kedua, Muslimat NU sebagai badan otonom NU harus tetap mengawal nilai Aswaja ditengah masyarakat, Ketiga Muslimat NU harus senantias mengawal nilai-nilai NKRI sebagai harga mati,”ujarnya.
Selain itu, Muslimat NU sebagai tanggung jawab sosial harus menyiapkan tenaga kerja sebagai pemberdayaan kader.
Disisi lain, Arfah Shiddiq membuka secara resmi Rapat Koordinasi Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan yang dilaksanakan 22 – 24 April 2017 di Malassar. Tak hanya itu, Ketua PW Muslimat NU Majdah Agus Arifin Nu’mang membagikan bibit cabai bantuan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan kepada seluruh Pimpinan Cabang Muslimat NU se Sulawesi Selatan, sebagai hasil jalinan kerja sama Muslimat NU dan Kementerian Pertanian RI. (*)
Comment