MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Aset Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar. Ray Suryadi Arsyad mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) dan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyuplai air bersih di kecamatan Tallo dan Ujung Tanah sebelum penerapan PSBB.
Politisi Fraksi Demokrat ini mengatakan, kelangkaan air bersih dibagian utara Makassar sudah bertahun-tahun terjadi. Selain itu, juga masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan air bersih dari PDAM.
“Berharap ada solusi yang tepat dari Pemkot beserta PDAM Makassar untuk segera menyuplai air bersih sebelum diterapkanya PSBB ini.Jangan berharap PSBB berjalan maksimal jika penyediaan air bersih kepada masyarakat belum bisa direalisasikan secepatnya.” ujarnya saat ditemui diruang komisi A DPRD Kota Makassar, Senin (20/4/2020).
“Karena otomatis masyarakat akan berkumpul terhadap warga lain yang memiliki sumber air bersih. Ada beberapa rumah warga yang memiliki sumber air bersih sehingga mereka menjual kepada masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih.
jika ada kegiatan jual beli air bersih maka otomatis mereka akan berkumpul” tambahnya
Ray juga mengatakan, sejauh ini, belum ada langkah strategis yang dilakukan Pemkot Makassar dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih. Air ini adalah sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup.
“Beda dengan beras kalau langka bisa diganti roti atau mie instant. Tapi kalau air tidak bisa diganti dengan apapun dan sudah menjadi kebutuhan pokok yang sangat penting untuk manusia.
“jelasnya.
Ray menuturkan, salah satu misinya duduk di DPRD Makassar yakni bagaimana penyediaan air bersih terbagi rata kepada masyarakat.
Kata dia, selain kedua kecamatan tersebut, masih ada sejumlah titik yang belum tersuplai air bersih secara merata.
“Saya berharap pemerintah melalui PDAM untuk bisa menyuplai air bersih dititik-titik yang masih kekurangan air bersih terkhusus di kecamatan Tallo dan Ujung Tanah dan sebagian di Bontoala. Mau ada kebocoran pipa atau tidak tetap terjadi kelangkaan air bersih disana.”tutupnya.
Comment