
MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Bukan kali pertama pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan Maros dikeluhkan. Pasien yang masuk untuk berobat agar bisa sembuh malah pulang menjadi mayat akibat buruknya kinerja perawat dan staf rumah sakit plat merah tersebut.
Yunus, salah satu keluarga pasien yang membawa ayahnya untuk berobat mendapatkan layanan terburuk tersebut. Saat masuk, perawat tak menayakan apa penyakitnya, tapi pembayaran untuk berobat menggunakan cara apa, apakah BPJS atau secara umum.
“Kemarin ayah saya dirawat disana. Jam 6 pagi dia masuk IGD. Begitu dokternya datang yang ditanya bukan penyakitnya, tapi cara bayarnya. pakai BPJS atau Umum,” jelasnya, Minggu (15/5/2016).
Setelah itu, kata Yunus, setelah memenuhi syarat administrasi, ayahnya baru bisa masuk sore hari. “Ayah saya baru bisa masuk kamar jam 4 sore. Padahal saya mengurus kamar sebelum salat duhur. Kata dokter perawatnya lagi keluar makan. Saya menunggu sampai 3 jam. Sehingga saya terpaksa pakai umum. BPJS atau Kartu Indonesia Sehat yang katanya gratis dari presiden belum sampai di pakai di RSUD Salewangan Maros,” ujarnya.
Tak hanya itu, didalam kamar perawatan pasien akan semakin menderita dengan hawa panas. “Saya saya sarankan pasien yang ingin berobat disii harus membawa kipas angin. AC di RS Salewangan banyak yang rusak. Ada juga yang baru dibeli tapi belum bisa dipakai. Katanya listriknya tidak cukup,”paparnya.
Bukan hanya itu, jelas Yunus, RSUD Salewangen juga sempat menolak pasien. “Tadi ada pasien yang sempat ditolak, tapi setelah keluarganya marah-marah baru diterima. Kalau soal pembayaran cepat, pelayanan lambat,” ujarnya. (*)
Sementara pihak rumah sakit yang coba dikonfirmasi tak mmeberikan respon positif. Semua menutup akses informasi.
Baca Juga
Comment