BONE, BERITA-SULSEL.COM – Polemik mengenai keberadaan tambang ilegal di Kabupaten Bone sepertinya tak pernah usai. Main kucing-kucingan antara polisi dan penambang ilegal kerap terjadi, namun pada akhirnya berhenti dan aktivitas tambang kembali berlanjut.
Salah seorang penambang asal Kabupaten Bone yang minta identitasnya dirahasiakan, mengungkap bahwa mereka sebenarnya bukan enggan mengurus izin dan menambang secara legal. Hanya pengurusan izin tambang sangat rumit ditambah biaya yang fantastis.
“Bukan kami tidak mau urus izin tapi pernah saya coba disuruh bayar satu miliar untuk keluarkan izin operasi produksi”, ungkap sumber.
Selain mahalnya izin, lemahnya hukum juga menjadi salah satu sebab. Sumber mengaku merasa rugi harus mengeluarkan uang miliaran untuk mengurus izin sementara banyak penambang lain yang tetap beroperasi dan menjual materialnya tanpa mengantongi izin apapun.
Beberapa waktu lalu, Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setio Budhi, telah dikonfirmasi soal keberadaan tambang baik yang legal maupun ilegal. Sugeng menyebut tugas polisi bukan mengurusi tambang legal maupun ilegal.
“Tugasnya pertambangan provinsi itu, kalau ada pidananya, baru polisi masuk”, kata Sugeng.
Mirisnya lagi, di Bone tidak ada stake holder yang punya kewenangan untuk mengawasi masalah tambang di Bone. Izin yang tidak sesuai ditambah batas lokasi tambang yang tidak jelas semakin menambah rumit situasi. Dugaan aktivitas tambang ilegal di beberapa Kecamatan yang ada di Kabuoaten Bone pun seolah jadi pembiaran tanpa ada penegakan hukum.
Comment