Gandeng Pemkab Bantaeng, BBPOM Makassar Dorong Daya Saing UMKM dan Pengawasan Obat

Kepala BBPOM di Makassar Yosef Dwi Irwan saat bertemu dengan Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin di Kantor Bupati Bantaeng.

BANTAENG, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar POM di Makassar terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawasi peredaran obat dan makanan. Untuk itu, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menggelar audiensi bersama Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di Kantor Bupati Bantaeng, Senin (27/7/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ikhsan, turut mendampingi pertemuan tersebut.

Dalam audiensi hangat tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis. Isu-isu tersebut meliputi akselerasi izin edar UMKM, pencegahan resistensi antimikroba (AMR), hingga bahaya kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Yosef menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Bantaeng dan seluruh jajaran atas dukungan penuh mereka terhadap program-program Badan POM. Sebab, perlindungan masyarakat dari obat dan makanan berbahaya membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Sinergi ini sangat krusial karena BPOM tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan Bapak Bupati menjadi kunci utama agar masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan berkhasiat,” ujar Yosef.

Cegah Resistensi Antibiotik dan Skincare Abal-Abal

Selain membahas pengawasan umum, Yosef menyoroti ancaman Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Ia memuji langkah cepat Bupati Bantaeng yang telah menerbitkan Surat Edaran tentang Penggunaan Antibiotik Secara Bijak.

Di sisi lain, BBPOM Makassar juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kosmetik ilegal yang mengandung merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Bahan kimia obat tersebut sangat berbahaya, terutama bagi ibu hamil dan menyusui karena dapat memicu cacat janin.

Oleh karena itu, BBPOM siap berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Bantaeng untuk memasifkan edukasi kosmetik aman hingga ke tingkat desa. Selanjutnya, Yosef mengusulkan pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) di Kabupaten Bantaeng.

Libatkan Mahasiswa KKN Unhas untuk Dampingi UMKM

Guna mempercepat legaliasi bisnis lokal, BBPOM Makassar mengerahkan 70 mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) di 10 desa di Bantaeng. Para mahasiswa ini bertindak sebagai fasilitator pendamping UMKM dan kader keamanan pangan.

Pada Agustus 2026 mendatang, BBPOM Makassar bersama Pemkab Bantaeng akan mengumpulkan seluruh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk mempercepat penerbitan PIRT. Bahkan, BPOM menyediakan layanan gratis mulai dari konsultasi hingga fasilitasi pengujian produk bagi pelaku usaha mikro.

“Izin edar BPOM itu sebenarnya mudah, terjangkau, dan terukur. Kami memanfaatkan kehadiran mahasiswa KKN Tematik untuk mempercepat pendampingan UMKM Bantaeng agar produk lokal bisa bersaing di pasar nasional,” tambah Yosef.

Bupati Bantaeng Siap Eksekusi Program Strategis

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyambut baik seluruh langkah konkret BBPOM Makassar. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi Surat Edaran Antibiotik melalui Dinas Kesehatan.

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan jajarannya untuk segera membentuk TKPPOM serta memberikan dukungan penuh pada proses perizinan UMKM melalui Dinas Kesehatan dan DPMPTSP.

“Kami siap memberikan dukungan penuh agar proses legalitas UMKM berjalan cepat dan efektif. Sinergi ini tidak hanya melindungi kesehatan warga Bantaeng, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah,” pungkas Fathul Fauzy.


Comment