Prof Hirosi Kampanyekan Stem Cell Dihadapan Ahli Bedah Plastik

Pembukaan RAPAT PERAPI. Prof Hirosi Kampanyekan Stem Cell Dihadapan Ahli Bedah Plastik
Pembukaan RAPAT PERAPI. Prof Hirosi Kampanyekan Stem Cell Dihadapan Ahli Bedah Plastik

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Ahli Estetika dan Stem Cell dari Jepang, Prof Hiroshi Mizuno memperkenalkan kemajuan stem cell kepada para ahli bedah plastik. Stem cell adalah sel induk yang berfungsi untuk membentuk sel baru. Ada beberapa jenis stem cell, diantaranya adalah adult stem cell dan embryonic stem cell.

Penjelasan ini disampaikan Prof Hiroshi dalam rapat ilmiah tahunan Perhimpunan Dokter Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetika Indonesia ke-20 yang dilaksanakan Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) di Hotel Grand Clarion and Convention Makassar.

Stem Cell Therapy adalah suatu terapi yang ramai dibicarakan di dunia kedokteran Barat maupun Timur. Selain itu, hasilnya sangat menakjubkan, persentase keberhasilannya cukup tinggi. Sudah ribuan orang telah merasakan kedahsyatan terapi ini.

Ada pasien yang sudah belasan tahun lumpuh kini, sudah bisa berjalan lagi. Ada pula yang sudah puluhan tahun menderita diabetes, dapat sembuh total. Ada juga penderita kanker stadium 4 yang sembuh setelah menjalani Stem Cell Therapy.

Stem cell adalah sel induk yang berfungsi untuk membentuk sel baru. Ada beberapa jenis stem cell, diantaranya adalah adult stem cell dan embryonic stem cell. Adult stem cell adalah sel induk yang sudah dewasa, artinya sudah memiliki fungsi spesifik dan hanya mampu membentuk beberapa jenis sel yang segolongan (multipotent), misalnya stem cell jantung hanya dapat membentuk sel otot jantung, sel otot polos dan endotel. Therapy menggunakan adult stem cell sudah digunakan selama puluhan tahun, namun karena biayanya yang sangat mahal dan prosedur yang sangat rumit, tidak banyak pasien yang berkesempatan menjalani terapi ini.

“Stem Cell dibutuhkan dalam bidang bedah plastik, terutama Regeneratif Medicine. Pengobatan ini memakai sel tubuh itu sendiri. Syaratnya jumlahnya yang banyak dan mudah didapat, prosedural aman dan bisa ditransplasikan ke manusia. Pengobatan ini tidak menggunakan bahan kimia, namun sel induk itu sendiri yang dimasukkan kembali ke dalam tubuh manusia,” kata Prof Hiroshi.

Dia menjalaskan, mulai meneliti stem cell sejak tahun 1999. Kemudian mulai dipublikasih hasil penelitian stem cell sebagai media pengobatan, dan diperkenalkan ke publik tahun 2001. Fase penelitian stem cel awalnya terdiri dari 3 fase. Di fase ketiga baru kemudian diuji coba ke manusia. Dan ini berhasil. “Stem Cell diambil dari lemak. Untuk meregenerasi sel tubuh dari pasien,” katanya.

Sementara itu, pemateri Ahli Estetika dan Stem Cell dari Jepang, Prof Rica Tanaka lebih menjelaskan, Stem Cell dari darah. Menurut Prof Rica, awal penelitiannya mengambil sampel bonmero namun menimbulkan efek samping seperti pasien merasakan sakit dan nyeri. Lalu penelitannya dilanjutkan, sehingga berkesimpulan mengambil sampel dari bonmero.

“Saya lebih fokus dari darah. Tadinya bonmero tetapi menimbulkan nyeri. Kalau dari darah (tapi generasi ketiga) pasien tidak merasakan apa-apa. Bonmero jumlahnya sedikit. Sedangkan darang jumlahnya banyak,” kata Prof Rica.

Prof Rica mengungkapkan jika dirinya sudah menciptakan alat stem cell. Dan saat tengah diupayakan legalitas dan hak paten dari pemerintah Jepang. Harapannya alat ini bisa digunakan banyak orang,” katanya.

Untuk diketahui, beberapa pembicara antara lain Hiroshi Mizuno, Rica Tanaka, Natalie Brenner (Germany), David J. David (Australia) materi Estetika wajah Counturing, Rong-Min Baek dari Korsel materi Bedah estetika Skeleton Facial, dan Natalie Brenner dari Germany materi Sel Induk Bedah Kecantikan. (*)

Baca Juga

Ahli Bedah Plastik Asia dan Eropa Berkumpul di Makassar

FK Unhas Gelar Seminar Internasional Stem Cell


Comment