GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Proyek preservasi jalan multi-years tahun 2026 di Kabupaten Gowa memicu keluhan warga. Pengerjaan Jalan HM Yasin Limpo dinilai asal-asalan karena kontraktor menambal lubang jalan menggunakan paving block, kemudian melapisinya langsung dengan aspal.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerja menghampar aspal tepat setelah hujan turun. Ironisnya, mereka juga tidak membongkar paving block yang bersifat sementara itu. Pekerja justru langsung menimbun material tersebut dengan aspal, sehingga berpotensi merusak kualitas jalan dalam waktu singkat.
Risiko Teknis Pengerjaan
Secara teknis, metode ini menyalahi kaidah konstruksi jalan. Paving block memiliki karakter modular dan fleksibel terhadap pergerakan tanah, sedangkan aspal memerlukan permukaan yang stabil, padat, dan menyatu.
Akibat pengerjaan tersebut, muncul sejumlah risiko serius. Pertama, daya ikat aspal menjadi lemah karena permukaan paving tidak menyatu seperti beton, sehingga aspal lebih cepat retak atau mengelupas. Kedua, pergerakan paving di bawah lapisan aspal menyebabkan aspal pecah atau bergelombang.
Ketiga, metode ini mengganggu drainase. Lapisan aspal menutup celah paving yang seharusnya menyerap air. Kondisi ini menjebak air di bawah aspal dan memicu blistering atau pengelupasan. Terakhir, permukaan paving yang tidak rata membuat ketebalan aspal tidak merata, sehingga mempercepat kerusakan pada titik tertentu.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Nihaya, memastikan bahwa pihaknya tetap memegang teguh ketentuan teknis. Ia menegaskan bahwa tim teknis melakukan pengukuran ketebalan 4 cm menggunakan alat core drill.
“Saat menghampar aspal, kami mengendalikan material agar mencapai ketebalan 4 cm setelah dipadatkan,” paparnya.
Detail Proyek dan Kontraktor
Diketahui, proyek ini merupakan bagian dari Paket 1 Preservasi Jalan Multiyears Contract (MYP) 2025–2027. KSO Permata – Tri Star – Kharisma memenangkan kontrak dengan nilai sekitar Rp430,7 miliar. Proyek ini mencakup penanganan jalan sepanjang 300,24 km di wilayah Makassar dan Gowa.
Selain paket tersebut, Pemprov Sulsel juga menjalankan Paket 2 Preservasi Jalan Makassar–Gowa–Takalar dengan anggaran Rp274 miliar. Hingga April 2026, progres pengerjaan di 10 titik strategis tersebut telah mencapai 26 persen. Pemerintah provinsi berkomitmen meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui proyek strategis ini.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan di lapangan. Kualitas pengerjaan jalan yang baik menjadi kunci utama demi keselamatan pengguna jalan dan ketahanan infrastruktur jangka panjang. (*)
Comment