Bro Rivai Motivasi Santri Ponpes IMMIM Putri Pangkep

Abdul Rivai Ras
Abdul Rivai Ras

PANGKAJENE, BERITA-SULSEL.COM – Bakal Calon Gubernur Sulsel, Kolonel Laut Dr Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi memberikan motivasi kepada santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) IMMIM Putri di Pangkep, Selasa (19/7/2016).

Bro Rivai–sapaan akrab ‎Abdul Rivai Ras, yang juga alumni Ponpes IMMIM Putra menyemangati para santri untuk terus menimba ilmu dan mempertahankan kepercayaan diri sebagai anak pesantren.

‎”Ananda yang sekolah di pesantren, jangan pernah merasa rendah diri. Rendah hati boleh, tapi rendah diri jangan pernah berada di posisi itu. Ada yang berpersepsi bahwa pendidikan pesantren itu sifatnya tradisional, lebih pada nuansa-nuansa keagamaan semata, sehingga saat ia selesai, hanya bisa melanjutkan ke sekolah-sekolah tertentu.‎ Tapi ternyata tidak seperti itu. Saya sendiri mengalami, setelah saya tamat dari pesantren, ternyata saya masih bisa bertarung dengan teman-teman dari sekolah umum, dan lulus kuliah di Unhas, sampai menjadi tentara dan melanjutkan pendirian S2 dan S3,” kata Bro Rivai yang juga pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) ini.

Ia membeberkan bahwa pendidikan ponpes tidak kalah dengan pendidikan di sekolah umum‎, bahkan mungkin lebih baik. Pasalnya alumni pesantren selalu dibekali dengan kemampuan bahasa asing yang fasih, utamanya bahasa arab dan bahasa inggris.

‎”Dalam perkembangan saya belajar S1 sampai S3, ternyata yang membesarkan saya disamping bahasa arab, adalah bahasa inggris. Modal kemampuan bahasa inilah yang menunjang profesi saya di TNI sehingga terus disekolahan oleh negara ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia pun memberikan tips untuk mempertahankan kemampuan bahasa inggris. “Mulailai dengan dengan belajar dari hal-hal yang kecil. Kalau punya handphone atau laptop, jangan disetting bahasa indonesia, setting bahasa inggris, agar kemampuan bahasa inggris kita itu selalu terasah karena terbiasa,” tuturnya.

Ia pun tak lupa memotivasi para santri untuk‎ tidak menyerah melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi setelah lulus. Karena menurutnya, negeri ini tidak bisa dibangun oleh pemimpin yang tidak memiliki modal pendidikan yang cukup.

‎”Memimpin negeri ini tapi tidak dengan modal pendidikan yang cukup, saya kira tidak akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Begitupun dengan Provinsi ‎Sulsel,” tegasnya. (del)


Comment