Bro Rivai Ceramah Kebangsaan Dan Kepemimpinan di Ponpes IMMIM Putri Pangkep

Bro Rivai Ceramah Kebangsaan Dan Kepemimpinan di Ponpes IMMIM Putri Pangkep
Bro Rivai Ceramah Kebangsaan Dan Kepemimpinan di Ponpes IMMIM Putri Pangkep

PANGKAJENE, BERITA-SULSEL.COM – Bakal Calon Gubernur Sulsel, Kolonel Laut Dr Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi membawakan ceramah kebangsaan dan kepemimpinan di depan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) IMMIM Putri di Pangkep, Selasa (19/7/2016), usai shalat isya berjamaah.

Bro Rivai–sapaan akrab ‎Abdul Rivai Ras, yang juga alumni Ponpes IMMIM Putra, menghimbau para santri untuk menjauhkan diri dari pemikiran islam ekstrim yang ingin mencerai beraikan kesatuan bangsa dan mengancam keamanan dan kedaulatan bangsa.

“Ada yang berpersepsi bahwa alumni pesantren itu mempunyai pemikiran ekstrim, padahal kan tidak seperti itu‎. Saya minta adik-adik belajar dengan tekun dan buktikan ke dunia luar sana bahwa pesantren bukan tempatnya mencetak alumni-alumni yang memiliki pemikiran yang ekstrim,” kata Bro Rivai.

Ia pun menghimbau para santri untuk tidak menutup diri dengan perkembangan dunia di luar ponpes. Salah satu cara untuk mencegah diri terperangkap atau mudah terpengaruh pemikiran islam ekstrim adalah dengan berinteraksi dengan masyarakat di luar ponpes.

“Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi saat ini. Kalau ananda ada yang memiliki smartphone‎, dan saya harap itu dibolehkan oleh pihak pesantren, manfaatkanlah teknologi itu untuk mencari informasi tentang dunia luar. Tapi juga harus hati-hati, utamanya kalau bermain media sosial jangan sampai ananda terjerumus dalam kegiatan-kegiatan yang tidak baik,” paparnya.

Mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden (Sekmilpres) era Susilo Bambang Yudhoyono ini taak lupa menyemangati para santri untuk terus menimba ilmu dan mempertahankan kepercayaan diri sebagai anak pesantren.

‎”Ananda yang sekolah di pesantren, jangan pernah merasa rendah diri. Rendah hati boleh, tapi rendah diri jangan pernah berada di posisi itu. Ada yang berpersepsi bahwa pendidikan pesantren itu sifatnya tradisional, lebih pada nuansa-nuansa keagamaan semata, sehingga saat ia selesai, hanya bisa melanjutkan ke sekolah-sekolah tertentu.‎ Tapi ternyata tidak seperti itu. Saya sendiri mengalami, setelah saya tamat dari pesantren, ternyata saya masih bisa bertarung dengan teman-teman dari sekolah umum, dan lulus kuliah di Unhas, sampai menjadi tentara dan melanjutkan pendirian S2 dan S3,” kata Bro Rivai yang juga pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) ini.

Ia membeberkan bahwa pendidikan ponpes tidak kalah dengan pendidikan di sekolah umum‎, bahkan mungkin lebih baik. Pasalnya alumni pesantren selalu dibekali dengan kemampuan bahasa asing yang fasih, utamanya bahasa arab dan bahasa inggris.

‎”Dalam perkembangan saya belajar S1 sampai S3, ternyata yang membesarkan saya disamping bahasa arab, adalah bahasa inggris. Modal kemampuan bahasa inilah yang menunjang profesi saya di TNI sehingga terus disekolahan oleh negara ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,”‎ tegasnya.

Ia pun memberikan tips untuk mempertahankan kemampuan bahasa inggris. “Mulailah dengan dengan belajar dari hal-hal yang kecil. Kalau punya handphone atau laptop, jangan disetting bahasa indonesia, setting bahasa inggris, agar kemampuan bahasa inggris kita itu selalu terasah karena terbiasa,” tuturnya.

Ia pun tak lupa memotivasi para santri untuk‎ tidak menyerah melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi setelah lulus. Karena menurutnya, negeri ini tidak bisa dibangun oleh pemimpin yang tidak memiliki modal pendidikan yang cukup.

‎”Memimpin negeri ini tapi tidak dengan modal pendidikan yang cukup, saya kira tidak akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Begitupun dengan Provinsi ‎Sulsel,”tegasnya. (del)


Comment