Ibu dan Anak Tewas Terpanggang di Bone, Diduga Dibakar Tetangga

Kondisi korban yang sudah hangus terpanggang saat polisi tiba di TKP
Kondisi korban yang sudah hangus terpanggang saat polisi tiba di TKP

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kebakaran hebat membangunkan warga Dusun Tea, Desa Mattirobulu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Jumat, (21/10/16) sekitar pukul 24.00 tengah malam.

Sebuah rumah panggung yang berdiri dikaki perbukitan ludes dilahap si jago merah dan menewaskan ibu juga anak perempuannya yang masih berusia 4 tahun.

Kedua korban, Harnisa binti Sukardi (39) dan putrinya, Nurul Sapika binti Syahrul Mappiajo (4) ditemukan tewas terpanggang diantara puing rumah mereka yang habis dilalap api.

Beruntung, putri sulungnya, Nurul Asikin binti Syahrul Mappiajo (9) berhasil selamat dan kini tengah dirawat di puskesmas Libureng.

Anehnya, Nurul Asikin tidak mengalami luka bakar seperti ibu dan adiknya, tapi justru menderita luka terbuka pada bagian kepala sebelah kanan dan jari sebelah kanan serta beberapa bagian tubuh lainnya.

Kapolsek Libureng, AKP Makmur, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran tersebut memang disengaja dan itu berdasarkan keterangan dari korban yang selamat.

“Korban yang selamat itu bilang kalau dia diparangi oleh tetangganya, dan rumahnya juga sengaja dibakar,” ungkap Makmur.

Saat ini polisi sedang memburu pelaku, JU (25) yang diduga adalah tetangga dekat korban.

“Pelaku adalah tetangga korban sendiri, kami sudah cari dirumahnya tapi ternyata pelaku sudah melarikan diri,” tutup Makmur.

Baca Juga

Jamu Petinggi Golkar, Bupati Bone Siapkan Kuliner Bugis

Amankan HUT Golkar dan Rapimda, Kapolres Bone Libatkan Brimob Serta Pasukan Jihandak

Jelang Rapimda Golkar, Nurdin Halid Sambangi Rujab Bupati Bone

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, yang baru saja meninggalkan lokasi kejadian mengatakan kalau anggotanya masih terus memburu pelaku, dan diperkirakan pelaku sudah meninggalkan Kecamatan Libureng.

“Anggota masih siaga disana, pelaku belum ditemukan dan kemungkinan sudah tidak berada di Libureng” singkat Hardjoko. (Eka)


Comment