BONE, BERITA-SULSEL.COM – Adalah Masetang, seorang warga Kabupaten Bone yang memilih bertahan hidup di sebuah gubuk tua berukuran 4×4 tanpa perabot. Mirisnya lagi, tanah tempat Masetang mendirikan gubuk, rupanya bukan miliknya.
Dengan segala keterbatasan, Masetang kadang hanya mampu makan kelapa untuk sekedar mengisi perut. Meski terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), toh tak membuat Masetang bisa hidup lebih layak.
Kondisi Masetang kemudian menjadi perhatian Lembaga Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), yang tanpa waktu lama mengunjungi gubuk Masetang dengan membawa bantuan berupa paket sembako. Kunjungan ini disambut senyum sumringah Masetang, karena bantuan itu sedikit meringankan bebannya.
“Masih ada mereka yang hidup dalam keterbatasan, menahan lapar, dan bertahan di tempat yang tak pasti. Mari kita saling bahu membahu membantu. Salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, salah satunya WIZ Kabupaten Bone,” ujar perwakilan WIZ.
Diluar sana mungkin masih banyak Masetang-Masetang lain dengan kisah memilukan. WIZ berharap semakin banyak warga yang peduli dengan sesama, meskipun sekedar memberi bantuan sembako.
Masetang bukanlah satu-satunya warga yang terbiasa menahan lapar setiap harinya. Untuk itu, kepekaan dibutuhkan agar lebih banyak warga seperti Masetang yang terbantu. (eka)
Comment