
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Genap seminggu Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar seminar kolaborasi, Jumat (21/10/2016). Dimana Program studi sosiologi Fakultas Ilmu Sosial yang mendapat giliran hari ini.
Program studi sosiologi mengangkat tema pengembangan wacana sosial berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen Prodi Sosiologi dan mahasiswa dan dibuka langsung oleh dekan Fakultas Ilmu Sosial Prof. Hasnawi Haris.
Dalam sambutannya dekan menyampaikan pengalamannya dalam forum diskusi selama jadi mahasiswa yang dijadikannya landasannya menginisiasi program seminar kolaborasi di UNM. Selain itu, kegiatan ini akan dilaksanakan semua prodi yang ada di lingkup fakultas dan akan dilakukan secara rutin setiap smester.
Ketua Prodi Sosiologi Idham Irwansyah,S.Sos.,M.Pd mengatakan, kegiatan ini akan menjadi wadah produktif yang bisa mengembangkan kemampuan akademik mahasiswa.
“Program ini sebagai langkah kemajuan dan patut ditingkatkan. Kami berharap bahwa akan banyak ide yang bisa membantu kami dalam mengembangkan proses pembelajaran dan ini salah satunya,” jelas Idham Irwansyah.
Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini Dr. Ashari Ismail,M.Si. dan Dr Hj. Musdaliah Mustadjar,M.Si dan perwakilan mahasiswa Nurhayati yang akrab disapa Dea. Masing-masing pemateri membahas sub tema yang menarik yang berkaitan dengan tema.
Dr.Ashari Ismail,M.Si. membawakan materi pembelajaran sosiolofi berbasis kearifan lokal. Sedangkan Dr. Musdaliah Mustadjar yang lebih populer di panggil bunda mengangkat tema konsep gender dalam msyakat bugis makassar.
Tema dari mahasiswa tidak kalah menarik dengan mengangkat uang panai, ancaman kapitalisme terhadap perkawinan masyakat bugis makassar. Proses diskusi berlangsung dengan alot. Antusias mahasiswa dalam menaggapi dan memberikan pertanyaan menambah menariknya seminar kolaborasi ini.
Seminar ini dipandu oleh Sopian Tamrin,S.Pd.,M.Pd. staff pengajar Prodi Sosiologi UNM. Diakhir seminar alumni pasca sarjana sosiologi UNM ini menyimpulkan bahwa sosiologi perlu didorong menjadi primadona ilmu karena banyaknya persoalan yang membutuhkan analisis sosial.
“Namun ilmu sosiologi yang kita kembangkan adalah yang konteks dengan kondisi sosial budaya masyarakat indonesia,” jelas Sopian.
Seminar yang digelar prodi kali ini mempercayakan Dr. Firdaus suhaeb, M.Si. sebagai ketua panitia. Beliau berharap mahasiswa tidak berkecil hati karena prodi menyiapkan ruang diskusi untuk ajang aktualisasi.
“Kegiatan ini memberikan ruang pada mahasiswa untuk mengelaborasi ide dengan para dosen. Ini kemajuan,” jelasnya.

Comment