Didoakan Jadi Wali Kota Makassar, Ini Kata Andi Mustaman

HA Mustaman menyapa warga saat melakukan bakti sosial di Kelurahan Masale, Makassar, Minggu (16/10/2016).
HA Mustaman menyapa warga saat melakukan bakti sosial di Kelurahan Masale, Makassar, Minggu (16/10/2016).

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman mmeberikan tanggapannya terkait banyaknya masyarakat yang mendoakan dirinya untuk maju di pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2018 mendatang.

Andi Mustaman menegaskan, Piwali Makassar masih jauh, untuk itu dirinya tidak ingin terburu-buru untuk mengambil sikap ataupun keputusan. Namun, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mendokan dirinya menjadi orang nomor satu di Kota Makassar.

Walaupun enggan berspekulasi jauh, mantan legislator DPRD Sulsel ini mencapaikan mimpinya membawa Kota Makassar tidak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi. Ia juga memimpikan Makassar sebagai pusat pendidikan tinggi yang ternama di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Hal ini tentu menjadi alasan yang kuat baginya. Karena selain sebagai politisi, putra kelahiran Bone tahun 1961 ini juga tercatat sebagai akademisi.

“Untuk mewujudkan Makassar sebagai kawasan ternama dalam dunia pendidikan tinggi, maka yang perlu dibenahi adalah sarana dan prasarana pendidikan yang harus standar. Kualitas harus menjadi utama diperhatikan oleh seluruh penyelenggara maupun pengelola pendidikan tinggi. Saya berharap ada yang mencari jurusan terhebat, itu harus ada di Makassar,” ujar dosen yang pernah memimpin STISIPOL 17 Agustus Makassar selama dua periode sejak tahun 1998 – 2006.

Mustaman menegaskan, jika dia menjadi Wali Kota, tidak akan terlalu mengutamakan pengembangan bisnis, tetapi lebih kepada pengembangan pendidikan. “Pendidikan ini harus dibenahi. Kalau pendidikan bagus, pasti kegiatan ekonomi juga ikut terdorong meningkat,” tandas Pendiri sekaligus Ketua Yayasan STIE Wira Bhakti Makasar ini.

Mustaman melanjutkan, yang bisa mengubah Makassar lebih baik adalah pemimpin yang memiliki kejujuran dan kebenaran. Dua parameter ini tumbuh di lingkungan akademisi.

“Akademisi bisa saja salah, tetapi dia jujur. Karena dosen tidak pernah mengajarkan ketidakbenaran kepada mahasiswanya, tetapi selalu menanamkan nilai-nilai kebenaran di dalam diri mahasiswanya. Makanya lebih tertarik jika akademisi yang menjadi Wali Kota Makassar yang akan datang,” tambahnya.


Comment