Ditanya Program Bantuan Tunai Rp 5 Juta Per KK, Syamsari Jawab Kalau Aturan Memungkinkan

Ditanya Program Bantuan Tunai Rp 5 Juta Per KK, Syamsari Jawab Kalau Aturan Memungkinkan
Debat Pilkada Takalar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Debat Pilkada Takalar putaran puataran kedua yang berlangsung di Training center UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu malam (25/1/2017) berlangsung menarik saat memasuki sesi keempat. Dimana pasangan calon diberikan kesempatan untuk bertanya kepada pasangan calon lain.

Kesempatan bertanya pertama diberikan kepada pasangan calon nomor urut satu, Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur – Nojeng) untuk bertanya kepada pasangan calon nomor urut dua, Syansari Kitta – Achmad Deng Serre (SK-HD).

H.Bur sapaan akrab Burhanuddin Baharuddin pun menanyakan terkait program bantuan 1 ekor sapi per KK yang menurun menjadi 1 ekor sapi per kartu keluarga khusus bagi petani dan mempertanyakan terkait program bantuan tunai.

“Kami mau minta klarifikasi soal program bantuan sapi yang sudah berkurang, mungkin bisa diberikan penjelasan. Selanjutnya mengenai program bantuan tunai Rp 5 juta per KK. Ini adalah pertanyaan dari masyarakat. Karena saya pernah coba ingin laksanakan program ini namun BPK melarang,” jelas H.Bur.

Syamsari pun memberikan jawaban bahwa program bantuan 1 ekor sapi per KK khusus bagi petani adalah yang benar dan sesuai dengan visi misi dan program yang didaftarkan ke KPU.

Kata dia, jumlah KK petani di Kabupaten Takalar adalah 23.000, sehingga program tersebut bisa berjalan dengan maksimal selama lima tahun sekalipun menggunakan APBD Takalar, apalagi jika ada bantuan dari pusat maupun provinsi.

Pertanyaan terkait bantuan tunai, Syamsari mengklarifkasi bahwa bantuan usaha Rp 5 juta tersebut tidak disebutkan tunai dan belum pasti dilakukan jika melanggar aturan.

“Tidak ada disebutkan tunai. Tapi kalau aturan memungkinkan, kami akan teruskan karena kami telah komitmen akan menjalakan roda pemerintahan yang sesuai dengan hukum dan pemerintahan bersih. Bersih dari Pungli, korupsi dan bersih terhadap intervensi keluarga,” jelas Syamsari.

H.Bur kembali diberikan kesempatan untuk menanggapi. “Takalar bukan kawasan peternakan, dimana Takalar masuk dalam kawasan Mamminasata, dimana tidak ada yang sebutkan adalah kawasan peternakan. Yang ada Takalar dalam kawasan pembangunan metropolitan,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel tersebut.

Selanjutnya, H.Bur kembali menanyakan kepada Syamsari soal program bantuan tunai. “Kami punya bukti bahwa warga Takalar melakukan penandatangan soal janji pemberian bantuan tunai Rp 5 juta per KK. Saya minta untuk ditindak lanjuti oleh Panwas,” jelas H.Bur.

Dalam tanggapan baliknya, Syamsari menjelaskan di pemerintahannyta kelak jika terpilih akan memasukkan program bantuan sapi sebagai rencana strategi pembangunan. Terkait permintaan Panwas menindaklanjuti apa yang diperlihatkan oleh H.Bur, Syamsari menegaskan akan ikuti aturan.

“Kalau Panwas bilang itu salah, silahkan,” jelas Syamsari.


Comment