Warganya Banyak Bekerja di Malaysia, Desa di Bantaeng Ini Tak Bisa Penuhi Target Pajak

Penyerahan SPPT dan DHKP PBB tersebut diberikan kepada Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se Kabupaten Bantaeng.

BANTAENG, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Rosdiana mengatakan, pihaknya tidak mampu memenuhi target pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini disebabkan sebahagian besar warganya ke Malaysia menjadi tenaga kerja Indonesia atau TKI.

“Di Desa Lonrong itu sekarang sudah banyak yang bekerja atau menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia,” ungkapnya, penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Gedung Balai Kartini, Jalan Kartini, Bantaeng, Selasa (21/3/2017).

baca Juga : Goa Batu Ejayya, Obyek Wisata yang Terabaikan di Bantaeng

Rosdiana menambahkan, jumlah penduduk di Desa Lonrong mencapai 3.000 jiwa, sementara yang sudah ke Negara Malaysia sekitar 400 orang.

“Kami agak kesulitan untuk mencapai target pembayaran PBB saat ini,” ujarnya.

Penyerahan SPPT dan DHKP PBB tersebut diberikan kepada Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se Kabupaten Bantaeng.

Wakil Bupati Bantaeng, Muhammad Yasin yang menyerahkan SPPT dan DHKP PBB mengharapkan, agar adanya peningkatan dalam pembayaran pajak setiap tahunnya.

Baca Juga : Air Terjun Bissappu Butuh Perhatian Pemda Bantaeng

“Semoga pembayaran pajak akan terus meningkat, karena dengan peningkatan pembayaran pajak akan mendongkrak pembangunan di Kabupaten Bantaeng,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bantaeng, Abdul Rasyid mengaku, pembayaran PBB di selalu meningkat setiap tahunnya.

“Di Tahun 2017 ini, mengalami peningkatan mencapai Rp2,9 Miliar, dari sekitar 2.800 objek pajak yang terdata,” ujarnya. (erwin)


Comment