
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Kecamatan Marioriwawo tampil beda di pameran Soppeng Expo 2017. Peringatan hari jadi Kabupaten Soppeng ke 756 tahun diisi dengan berbagai kegiatan.
Jika semua stand peserta pameran menggunakan tripleks serta tembok, hal berbeda terlihat dengan stand Kecamatan Marioriwawo. Stand ini terbuat dari bambu.
Baca Juga : Melaporkan Kasus Penipuan ke Polisi, Petani Padi di Soppeng Ini Merasa Diabaikan
Camat Marioriwawo, Hadi indra Jaya mengatakan, di HUT Kabupaten Soppeng dengan tema “percepatan pembangunan untuk mewujudkan Soppeng sebagai pilar utama Sulawesi Selatan” pihaknya tampil berbeda. Pasalnya, wilayahnya memilik 11 desa serta 2 kelurahan. Mayoritas penduduknya adalah pengrajin bambu. Hal inilah menjadi dasar pembuatan standnya di pameran Soppeng Expo 2017.
Hadi menyebutkan, stand Kecamatan Marioriwawo menampilkan hasil panen yang selama ini dikembangkan di semua desa. Salah satu komoditi unggulannya yakni tanaman holtikultura.
Baca Juga : 1.850 Pecinta Motor Trail Jelajahi Alam Soppeng
“Desa Soga dan Barae paling menonjol, kedua desa ini terkenal dengan bambunya, makanya stand Kecamatan Maririwawo semua terbuat dari bambu,” kata Hadi, Sabtu (25/3/2017).
Hadi menambahkan, selain sebagai pengrajin bambu, pemuda di Desa Watutoa memanfaatkan bekas kayu menjadi bahan kerajinan tangan.
“Beberapa desa lain juga memiliki kerajinan tangan seperti menggolah sampah plastik yang dapat memberi nilai jual,” paparnya. (Henrik)
Comment