
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Penjaringan bakal calon Walikota Makassar yang dilakukan Partai Gerindra Makassar saat ini masuk tahap survei. Biaya yang digunakan untuk melakukan survei dibebankan kepada Balon Walikota Makassar yang mendaftar.
Hal ini disampaikan Ketua Deks Pilkada Partai Gerindra Kota Makassar, Ansar Manrulu, Jumat (26/5/2017). Kata dia, Balon yang tak melaksanakan apa yang menjadi ketentuan partai dianggap mundur dan batal menjadi Balon dari Partai Gerindra.
“Survei bakal calon adalah salah satu tahapan dalam penentuan calon walikota dan wakilnya yang akan diusung Partai Gerindra. Untuk itu, bagi semua bakal calon yang sudah mendaftar tapi tidak menyelesaikan kewajiban sharing biaya survei, kami nyatakan mundur, dan tidak diikutkan dalam proses penjaringan selanjutnya,” jelasnya.
Ansar menjelaskan, lembaga yang digunakan yakni PT. CRC melakukan survei dan pemetaan mengukur elektabilitas semua Balon yang daftar di Partai Gerindra Makassar.
“CRC menetapkan biaya Rp140 juta untuk biaya survei. Jumlah tersebut akan dibagi rata kepada 15 orang yang kembalikan formulir. Nilainya mencapai Rp9,3 juta lebih,” ujarnya.
Batas waktu penyelesaian sharing biaya survei, jelas Ansar, akan ditutup hingga hari Senin 29 Mei 2017 besok.
“Setelah pelaksanaan survei akan dilakukan fit and proper test di DPD,” ujarnya. (*)
Bakal calon bupati yang telah mengambil dan mengembalikan formulir yakni :
1. Andi Mustaman
2. Sri Rahmi
3. Nasran Mone
4. Isradi zainal
5. Farouk Beta
6. Andry Arif Bulu
7. Ramdhan Pomanto
8. Rachmatika Dewi
9. Syamsu Rijal
10.Haris YL
11.Irman YL
12.Iqbal Djalil
13.Muzadkir Ali Djamil
14.Ady Rasyid Ali
15.Nunung Dasniar
Comment