
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pakar politik dari Pascasarjana Universitas Indonesia, Dr Mulyadi SSos MSi menilai lembaga survei tidak lagi banyak memberi pendidikan politik kepada masyarakat.
Menurutnya, lembaga survei hari ini justru banyak menyesatkan masyarakat dengan hasil riset yang sarat rekayasa demi memuluskan kepentingan-kepentingan politik tertentu.
“Pada prinsipnya, survei-survei yang ada sekarang memang digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, bukan kepentingan riset ilmiah. Jadi dia berlindung dibalik ilmiah untuk meyakinkan pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan dibalik itu. Masyarakat harus dicerdaskan bahwa survei-survei sekarang itu lebih banyak kepentingan politiknya dibanding kepentingan ilmiahnya,” kata Mulyadi via telepon, Selasa (13/6/2017).
Ia menjelaskan, survei selama ini digunakan oleh oknum tertentu untuk membentuk opini masyarakat dan pelaku politik serta mendiskreditkan rival politik. Hal demikian, adalah hal yang biasa dalam politik demokrasi moderen sekarang ini.
“Jadi memang lembaga survei hari ini itu tidak banyak memberi pendidikan politik kepada masyarakat, justru lebih sering menyesatkan,” tandasnya.
Ia menyarankan agar lembaga survei melibatkan dan memberdayakan perguruan tinggi dalam riset-riset mereka agar mempunyai akuntabilitas yang lebih jelas, sebagai solusi membangun kepercayaan publik.
Dalam konteks politik, lanjutnya, bukan hasil survei yang perlu dicermati oleh publik. Melainkan motif politik atau orientasi politik dari pelaksanaan survei tersebut.
“Saya pikir itu sangat baik bila hasil survei itu untuk kepentingan internal partai atau bahan ilmiah untuk konsumsi balon atau paslon saja. Namun jika motifnya untuk memobilisasi dukungan politik massa, saya pikir itu sungguh-sungguh menyesatkan,” kata Mulyadi yang juga mengajar di Universitas Hasanuddin ini.
“Saya harapkan juga kepada partai-partai yang mencari calon, sebaiknya juga melakukan survei yang sama dan survei yang benar, supaya tidak dikibulin oleh partai tertentu. Karena ada partai tertentu yang mencoba menjagokan satu calon dalam ekspose survei agar partai-partai kecil itu ikut bergabung,” imbuhnya.(*)
Comment