Liburan Ke Luwu Timur, Jangan Lupa Nikmati Tuak Manis di Pawosoi

Liburan Ke Luwu Timur, Jangan Lupa Nikmati Tuak Manis di Pawosoi

LUWUTIMUR, BERITA-SULSEL.COM – Jika berlibur ke Luwu Timur yang dijuluki dengan nama Tanah Bumi Batara Guru tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi Tuak manis yang dibuat dengan Sari Pohon Aren.

Minuman tradisonal tersebut banyak dijajakan di pinggir jalan Desa Pawosoi Kecamatan Wotu yang disuguhkan seperti minuman dingin oleh warga setempat.

Biasanya para wisatawan lokal maupun asing yang ingin berkunjung ke Danau Matano yang terletak di Soroako akan melewati Warung Tuak tersebut yang juga menyediakan jagung rebus hasil pertanian masyarakat setempat jika menggunakan jalur darat.

Setiap harinya para penjual Tuak manis itu mulai membuka warung yang terbuat dari bahan kayu sederhana tersebut dari Pukul 09:00 Pagi hingga Pukul 18:00 Sore waktu setempat.

“Kami buka di sini dari jam 9 pagi sampai magrib,” Jelas Amiruddin salah satu penjual tuak yang diwawancarai berita-sulsel.com belum lama ini.

Harga tuak yang di kemas menggunakan botol air mineral ukuran 600 ML itu terbilang cukup bersahabat dengan kantong para traveling.

“Saya jualkan Rp.5000 perbotol,” lanjutnya.

Selain manis juga tuak yang disuguhkan di tempat itu sengaja di dinginkan agar rasa gerah dan lelah para wisatawan yang berkunjung dapat hilang karena menempuh perjalanan yang cukup jauh.

“Sengaja kami dinginkan, agar orang yang menikmati Ballo manis (Istilah setempat) tersebut rasa pegalnya hilang karena perjalanan,” tambahnya.

Amiruddin juga menyebutkan setiap harinya tuak manis yang ia jual dalam seharinya sangat laris manis terjual, terutama saat tiba hari liburan atau ada kegiatan besar yang digelar di Soroako.

“Dalam sehari biasanya saya jual puluhan liter, pernah sampai 70 liter dalam sehari. Kalau tidak salah ingat waktu ada acara festival danau matano di soroako beberapa bulan yang lalu,” Bebernya

Selain wisatawan biasanya pengunjung yang ikut membeli tuak di tempat itu berasal dari berbagai daerah di Luwu Timur yang sedang melintas di jalan Poros Soroako tersebut.

” Biasa juga orang dari Malili yang ingin ke Mangkutana ataukah sebaliknya sering singgah membeli di tempat ini, kadang juga warga setempat,” Tambahnya lagi.

Dari pengakuannya, Tuak yang dijual oleh Pemuda bertubuh tegap itu dibuat sendiri dan beberapa keluarganya.

“kalau tuak ini saya sendiri yang bikin dari sari pohon aren, dan beberapa keluarga yang juga memiliki pohon Aren,” sambungnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung, Aswan yang bekerja di salah satu Kantor Perbankan di Kota Malili mengakui hampir setiap harinya ia menyempatkan untuk singgah menikmati tuak tersebut ketika pulang kerja.

“Saya tinggal di Desa Wotu otomatis setiap hari lewat sini dan hampir setiap harinya saya singgah minum ballo manis di sini, kadang juga saya membeli untuk keluarga di rumah, Selain karena rasanya yang manis juga karena hanya di sini ada penjual seperti ini makanya saya selalu mampir ” Tutupnya

Selain bisa diminum langsung minuman yang berwarna putih tersebut juga kadang dibuat gula merah dengan melalui proses yang cukup panjang.

Mulai dari memanasi tuak menggunan kuli raksasa yang memakan waktu beberapa jam hingga proses penyetakannya yang di buat menggunakan tempurung kelapa. (Sandi Darmawan)


Comment