PPL di RRI Makassar Temukan Suasana Baru dalam Hidup

Laporan : Alfina Rosba
Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar

PPL di RRI Makassar Temukan Suasana Baru dalam Hidup

BERITA-SULSEL.COM – Menginjak semester tujuh, seluruh mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, mengikuti kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).

PPL kali ini dilaksanakan di berbagai instansi yang berbeda-beda. Sebanyak 104 mahasiswa dari 3 kelas terjun ke lapangan untuk melaksanakan dan merasakan langsung bekerja nyata, membumikan ilmu yang telah di dapatkan selama enam semester.

Di awal kehadiran kami di kantor RRI Makassar, Senin (3/7/2017) saya merasa menemukan suasana baru dalam sejarah perjalanan hidup saya, utamanya dalam mencari ilmu dan pengalaman baru bersama kawan-kawan seperjuangan lainya

Sambutan hangat mengawali langkah demi langkah kami, dari awal kedatangan kami di kantor ini. Kemudian, berlanjut di hari berikutnya, senyum dan sapaan manis terus menghiasi hari-hari.

Meskipun di penghujung episode terakhir keberadaan kami di kantor ini, kami berharap ada kesan dan rasa sedih mengiringi kepergian kami, sembari terucap sesekali kata “Anak PPL UIN yang menyejukkan hati telah pergi”.

Namun, kujawab dalam hati, sang penyejuk hati selanjutnya akan datang. So, don’t be sad. OK? Walau kata-kata ini hanya terbesit melalui hati, Yah…mudah-mudahan terdengar sampai ke hati mereka juga.

Berada di kantor, bersama orang yang baru dikenal pasti suatu waktu akan membuat tidak betah. Apalagi kalau di kantor itu tidak ada hal menarik yang bisa dilakukan.

Nah, perasaan tidak betah, bosan, suntuk, ini wajar didapati selama PPL. Solusi satu-satunya agar bisa mengatasinya ya dengan mencari kesibukan di kantor itu.

Jangan biarkan diri terlarut dengan rasa tidak betah itu. Jadikan diri kita itu “tidak asing” dengan kondisi di sana.
Anggap saja itu rumah sendiri, sering-sering aja duduk bersama pegawai dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti.

Tapi syukur di tempat PPL saya bertemu dengan orang-orang yang humble, mulai dari atasan sampai bawahan.
Saya bertemu penyiar kece di sana, kebetulan saya di tempatkan di bagian penyiaran PRO 2 RRI, orang-orang nya tidak terlau tua dari usia saya adi lebih cepat akrab.

Mereka paham betul atas keberadaan kami, mereka aktif memberikan kami pekerjaan, misalnya saja membuat iklan, dan menjadi narasumber di salah satu program yaitu Aku dan Indonesia.

Menjadi prinsip saya bahwa disana kita memberi dan menerima, jadi kita harus berpikir apa yang kita berikan kepada RRI dan apa yang bisa di bawa pulang dari sana. (*)


Comment