
LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Kepolisian Resor Luwu, AKBP Ahmad Yanuari Insan, Selasa (18/7/17), memaparkan bahaya paham radikalisme di hadapan ratusan warga Suli.
Dalam kegiatan bertema peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, Kapolres menjadi salah satu pemateri. Orang nomor satu di polres Luwu ini, menjelaskan bahwa saat ini, penyebar paham radikalisme sedang menyasar anggota Polri, mereka menganggap, polri dan pemerintah adalah bagian dari thogut, atau musuh yang wajib dimusuhi.
“Internet adalah salah satu media yang bisa diakses siapa saja, di internet orang bisa mengakses apa saja, termasuk cara meracik bom, itulah alasan mengapa pemerintah memblokir aplikasi telegram, “jelas Ahmad Yanuari Insan.
Ahmad Yanuari juga menerangkan, saat ini ada upaya membenturkan Polri dengan umat muslim, seolah-olah polri sedang berupaya memusuhi Islam, padahal faktanya, 87 persen anggota polri, adalah umat muslim.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Syaiful Alam, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Edy Gede Budjanayasa dan Pabung Luwu, Mayor Inf, Martinus Pagassing.(rls/zadly)
Comment