
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman melakukan evaluasi kinerja tim kecamatan di media center Aman For Makassar, Senin, (14/8/2017).
Dalam masalah ini terungkap masalah yang dihadapi hampir sama. Dimana baliho Andi Mustaman yang dipasang berkali-kali dibongkar oleh Satpol PP dengan alasan yang tidak jelas.
Padahal, tim telah memasang pada tempat yang tidak melanggar seperti di pohon maupun rumah ibadah. Sementara banyak baliho calon lain yang melanggar namun hingga saat ini tidak dibongkar.
“Baliho yang kami pasang empat kali dibongkar, untuk itu tim memasang di depan rumah koordintor kelurahan sehungga bisa aman aman,” ujar Koordinator Kecamatan Tamalate, Amos.
Senada apa yang disampaikan Amos, Koordinator kecamatan Bontoala, Burhan juga mengalami hal yang sama. Baliho yang dipasangnya dibongkar oleh satpol PP.
“Baliho yang kami pasang dirobohkan tanpa alasan jelas. Namun, kami tidak ingin mencari masalah sehingga dipindahkan ke tempat lain,” lapor Burhan kepada Andi Mustaman.
Andi Mustaman yang menerima laporan ini menganggap ada pihak yang tidak senang dirinya maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Kata dia, kasus kehilangan baliho di Kecamatan Tamalanrea bisa menjadi pelajaran untuk melakukan pengawasan lebih ketat.
Namun, dirinya menekankan kepada timnya untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang berujung pada provokasi. Seh
“Ada kelompok yang tidak menghendaki saya maju makanya disabotase baliho kami disabotas, tapi kami harus tetap bergerak terus dan meminta kepada tim untuk tidak terprovokasi,” ujar Andi Mustaman memberi motivasi timnya.
Eks legislator DPRD Sulsel dua periode tersebut mengungkapkan ada ketakutan kelompok tertentu dirinya maju bertarung memperebutkan kursi kosong satu Kota Makassar.
“Kelompok sebelah takut ketika saya maju karena akan menjadi lawan yang berat,” ujarnya dengan optimis.
Comment