
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – PSM Makassar telah melewati satu hasil positif dari enam laga sisa LIGA 1 2017 setelah menang 2-1 atas Persib Bandung di Stadion Mattoanging, Minggu (15/10/2017) malam.
Tambahan tiga poin ini mendongkrak posisi PSM di posisi ketiga dengan 55 poin. Terpaut empat poin dari Bhayangkara FC. Di hari yang sama pemuncak klasemen sementara itu kalah 0-1 dari Barito Putra di Stadion 17 Mei.
Juku Eja masih menyisahkan lima pertandingan sisa. Keuntungannya tiga di antaranya bermain di kandang. Masing-masing menghadapi Persiba Balikpapan, Bali United dan Madura United.
Sementara dua partai lainnya, yaitu away menghadapi pemimpin klasemen sementara Bhayangkara FC dan Barito Putera. Dua laga itu digelar pada pekan ketiga dan keempat Oktober.
“Bagi saya lima pertandingan yang masih sisa ini semua terasa berat. Salah satunya menghadapi Barito Putra,” sebut pelatih PSM, Robert Alberts.
Menurut Robert banyak tim akan kesulitan menghadapi Barito di kandangnya. “Karena itu saya harus pastikan kepada semua pemain, saat berkunjung ke sana kita tidak kalah,” kata pelatih asal Belanda ini.
Robert terang-terangan memuji sayap kiri Barito Putra. Bahkan ia menyebut winger asuhan Jacksen Tiago yang ditempati Rizky Pora itu merupakan winger terbaik di Indonesia saat ini.
“Liat saja Bhayangkara. Di sana mereka kalah. Kalau semua pemain bekerja keras saya kira kita akan mendapatkan hasil positif di kandang Barito,” katanya.
Selain Barito, menurur Robert partai lainnya sama beratnya. Sebab, kata mantan pelatih Arema Malang ini, empat tim punya kans untuk menjuarai kompetisi. Semua tim ini akan menjadi lawan PSM jelang kompetisi berakhir.
“PSM sekarang punya peluang yang sama dengan Bhayangkara, Bali United dan Madura United,’’papar Robert.
Robert juga sadar tiga laga sisa berpeluang dimenangkan. Sebab ketiganya bermain di Makassar. ‘’Tapi bagi saya semua pertandingan sama susahnya. Tidak ada bedanya satu pertandingan dengan pertandingan lainnya, home atau away,” ujarnya.
Namun ia tetap yakin peluang menuju juara kian terbuka lebar. ’’Tapi dengan catatan jangan mendapat hasil seperti di Borneo,” sindir Robert.*
Comment