Warga Dusun Parangma’lengu Terisolir Akibat Banjir

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Warga Dusun Parangma’lengu Desa Panakukang Kecamatan Pallangga, Gowa, terisolir akibat banjir kiriman dari beberapa daerah lain.

Ketinggian air yang merendam dusun yang dihuni kurang lebih 800 jiwa ini setinggi pinggang orang dewasa. Banjir yang merendam dusun yang hanya berjarak kurang lebih 5 Km dari kota Sungguminasa ini sudah berlangsung selama dua hari yakni sejak Selasa malam (19/12).

Dg Ngerang salah seorang warga setempat mengatakan, salah satu yang mengakibatkan banjir kiriman yang merendam dusunnya itu akibat terjadinya penyempitan di Jembatan Bontorea yang melintang di atas jalan Poros Gowa-Takalar. “Karena penyempitan itu, aliran air jadi tersendat akibatnya banjir merendam dusun kami,” jelasnya.

Akibat banjir ini, warga yang akan berativitas terpaksa menggunakan rakit dari batang pisang untuk menyeberang ke Dusun Panciro Desa Panciro.

Hal ini disebabkan karena, ketinggian air yang merendam jalan dan pemukiman berkisar satu meter yang membuat kendaraan khususnya roda empat tidak bisa melintas

“Kalau motor bisa lewat tapi harus naik rakit untuk menyeberang,” kata Dg Ngerang.

Dg Ngerang menambahkan, jika hujan terus menerus berlanjut, maka menurutnya ketinggian air akan semakin bertambah dan akan menambah penderitaan warga.

Selain di Dusun Parangma’lenggu, banjir juga merendam Dusun Tanggalla Kecamatan Barombong. Bahkan ketinggian air di wilayah ini lebih dari semeter yang memaksa warga nyaris tak bisa beraktivitas. (An).


Comment