5 Penyebab Vagina Sakit Saat Berhubungan Seksual

Minim foreplay
Perempuan lebih lambat terangsang daripada laki-laki. Perempuan juga membutuhkan lebih banyak foreplay. “Foreplay perlu menarik perhatian Anda,” kata Debra.

“Bagi beberapa wanita, itu mungkin berarti berciuman dan berguling-guling dengan pasangan. Ada pula yang menjadikan aktivitas menonton film porno bersama-sama sebagai foreplay. Bagi sebagian lainnya, foreplay dapat berupa stimulasi oral.”

Memahami rasa nikmat adalah kunci untuk mengawali proses alami aliran darah ke alat kelamin, yang akhirnya dapat meningkatkan produksi pelumas. Debra mengatakan bahwa beberapa wanita sebenarnya tidak tahu kapan mereka terangsang, dan hal ini bisa menjadi hambatan utama.

Karena itu, Herbenick menyarankan untuk tetap fokus. “Perhatikan bagaimana rasanya menyentuh pasangan dan disentuh,” ujarnya.

Kurang cairan pelumas
Anda boleh saja sangat bersemangat saat hendak bercinta dengan suami. Namun bila minim cairan pelumas, penetrasi akan terasa sakit. Yang perlu menjadi catatan juga yaitu vagina tidak cukup memproduksi pelumas dalam waktu 5-7 menit setelah otak siap untuk berhubungan seksual.

Di samping itu, ada faktor lain yang bisa menghambat produksi cairan pelumas. “Mandi air hangat bisa mengeringkan vagina,” kata Debra.

Pil alergi, pil KB dosis rendah, dan menopause yang terjadi sekitar usia 30-60 tahun juga dapat memberikan dampak yang sama pada vagina. Menyediakan produk cairan pelumas di kamar tidur dapat menjadi solusi untuk menghindari rasa nyeri pada vagina saat bercinta.

Stres dan ketegangan
Anda memiliki sejuta hal yang harus dilakukan dalam sehari. Karena harus selesai dalam waktu cepat, Anda membawa semua kesibukan itu ke atas ranjang. Padahal menurut Debra, relaksasi adalah bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk berhubungan seksual dengan pasangan.

Sebagai solusi, Debra menyarankan agar pasangan saling memberikan pijatan. Namun bila merasa tidak sesuai dengan saran tersebut, Anda bisa melakukan cara lain yaitu mengikuti kelas yoga. Ini penting untuk melatih memusatkan perhatian.

Ukuran penis terlalu besar
Bagi sebagian kecil pasangan, ketidakcocokan ukuran organ kelamin (penis terlalu besar, dan ukuran vagina lebih kecil) dapat menyebabkan rasa sakit saat bercinta. Produk cairan pelumas dapat menjadi solusi bagi masalah ini.

Namun jika penis sudah menyentuh atau bahkan memukul leher rahim (serviks) sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat mengubah posisi bercinta. “Anda dapat mencoba posisi woman-on-top, sehingga Anda memiliki lebih banyak kendali atas kecepatan dan kedalaman dorongan penis,” ujar Debra.

Infeksi pada organ genital
Sejumlah infeksi pada organ genital seperti herpes genital, trikomoniasis, dan infeksi jamur pada vagina (yang memicu keputihan) dapat membuat seks tidak nyaman. Bahkan wanita yang tidak sadar akan infeksi mereka dapat memiliki perubahan kecil pada vulva atau vagina yang dapat menyebabkan rasa sakit.

Demikian tadi beberapa penyebab vagina sakit saat berhubungan seksual dengan pasangan. Melalui penjabaran di atas, Anda diharapkan dapat mengatasi keluhan tersebut dan bisa semakin intim dalam bercinta dengan pasangan.


Comment