Begini Cara Bupati Gowa Tutup Peluang Pegawainya untuk Korupsi

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama dengan Bank Sulselbar menggelar sosialisasi transaksi non tunai.

Kegiatan ini di buka Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan didampingi wakilnya, Abd Rauf Malaganni di Baruga Karaeng Galeson, Kamis (18/1).

Selain itu, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama sejumlah pejabat eselon III turut hadir dalam acara sosialisasi ini.

Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sulselbar mewakili Direktur Bank Sulselbar, Rosmala Syarif mengatakan, implementasi transaksi pihaknya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Pokoknya, kami sudah siap untuk itu, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga sumber daya manusia untuk pelaksanaan transaksi non tunai ini,” ujarnya.

Rosmala menyebutkan, tahun ini Bank Sulselbar Cabang Gowa berhasil membukukan laba kedua terbesar diantara cabang lainnya.

Dari segi permodalan, jelas Rosmala, saat ini modal yang dimiliki Bank Sulselbar sebesar Rp 2,3 triliun atau berada di buku dua.

Kata dia, untuk pelaksanaan non tunai sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang berjalan, diantaranya pemerrintah provinsi (Pemprov) Sulsel, Pemkab Takalar, Pangkep, Makassar, Bntaeng dan beberapa daerah lainnya.

Soal produk, jelas Rosmala, Bank Sulselbar krmbali akan diluncurkan tahun ini, tepatnya di bulan Juni mendatang. Salah satu produk yaknj mobile bankking, sms bankking dan elektronic money.

“Insya Allah, sudah bisa dinikmati para nasabah Bank Sulselbar Juni mendatang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan mengatakan, tahun 2018 ini ada dua kebijakan yang diambil yakni transaksi non tunai dan TPP (Tunjangan Penambahan Penghasilan).

Menurut Adnan, transaksi non tunai ini pada dasarnya sudah menjadi sebuah cita-cita bagi pemerintah agar tercipta transparansi dan efisiensi, sekaligus menutup celah terjadinya korupsi.

“Nanti dana yang ada di kas maksimal Rp1 juta. Jika ini dilakukan maka ruang dan celah korupsi bisa kita tutup. Tahun ini, di Gowa tidak ada lagi uang cash dibendahara lebih dari Rp1 juta,” kata Adnan.

Adnan menegaskan, sekarang jamannya bukan lagi membawa uang cash karena semua sudah menggunakan sistem digital.

“Makanya, Bank Sulsebar harus bersiap. Kita juga sudah menambah penyertaan modal sebesar Rp3 miliar,”paparnya.

Sedangkan program yang kedua, kata Adnan, adalah soal TPP bagi seluruh jajaran ASN yang ada di Gowa. (an).


Comment