MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sejak menjadi Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, calon Gubernur Nurdin Halid (NH) kerap melakukan aksi main pecat kader. Kurang lebih satu tahun menahkodai partai Beringin Sulsel, sudah belasan kader internal “korban” pemecatan oleh mantan Ketua Harian DPP Golkar itu.
Fakta kuat kian terbuka, aksi pecat sepihak tak sesuai mekanisme di internal kader Golkar membuat NH dinilai melabrak aturan AD/ART Golkar yang semestinya tak boleh terjadi.
Sebelumnya sejumlah Kader Golkar telah dipecat. Belakangan ini, Lima anggota DPD II Partai Golkar Gowa diusulkan dipecat saat rapat pleno internal partai yang berlangsung yang diikuti 38 pengurus, Selasa (27/2/2018) lalu.
Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Kerjasama dan Ormas DPP Partai Golkar, Sabil Rahman angkat bicara. Bahkan ia menilai isu pemecatan yang dilakukan DPD I Sulsel kepada sejumlah kader di Gowa tak mendasar.
“Tidak mendasar kebijakan main pecat, harus ikuti mekanisme Golkar,” tegasnya saat di konfirmasi via seluler Rabu (7/3/2018).
Sebagai pengurus DPP Golkar, Sabil Rahman berpendapat pemecatan kader, harus ada alasan yang jelas di serta dengan bukti kesalahan yang di lakukan.
Menurutnya, dirinya menganggap pemecatan sejumlah kader di DPD II Kabupaten Gowa harus sesuai AD/ART yang berlaku. Dimana kata dia, harus ada surat tembus anda ke DPP Golkar.
Ia membantah jika ada surat tembus ke DPP. Pasalnya, lanjut dia sejauh ini ia belum melihat bentuk surat tembusan atau pembicaraan internal DPP soal isu pemecatan kader yaang berkembang.
“Semua organisasi punya aturan main serta prosedur, jika ada kader akan dilakukan pemecatan seharusnya ada surat tembusan ke DPP. Begitu juga mekanisme di Golkar, tapi informasi pemecatan sejumlah kader Gowa sampai saat ini, belum ada surat tembusan ke DPP untuk dibahas,” tuturnya.
Dia menambahkan, yang berhak melakukan pemecatan terhadap kader di internal Golkar adalah hak prerogatif serta kewenangan DPP. Bukan hak ketua DPD I atau DPD II.
“DPD hanya mengusulkan ke DPP, bukan main pecat saja,” tegasnya.
Kepemimpinan Nurdin Halid di DPD I Partai Golkar Sulsel, memang otoriter. Indikasinya, tanpa persuasif hanya pecat kader dari jabatan Golkar lantaran beda dukungan di Pilgub Sulsel.
Kader yang mendapat sanksi pemecatan memprotes keras pemecatan itu, tanpa diawali dengan peringatan. Salah satu kader Golkar Gowa yang di sanksi. Sugianto Pettanagara, mengatakan NH hanya melakukan pemecatan bagi kader Golkar di Gowa, sedangkan lain tidak.
“Ini sangat keliatan bahwa kebijakan Beliau yang mengatasnamakan kebijakan partai Golkar adalah bagian dari politik pecah belah bagi kader Golkar dibasis lawan beliau, di Gowa kan jelas basis IYL-Cakka,” ujarnya.
Ia menilai, gaya politik NH bak balanda!. Demi kepentingan pribadi partai pun dihancurkan. Lanjut dia, target NH di Gowa bukanlah untuk meraup suara tetapi lebih cenderung pada mengganggu konsentrasi lawannya di Pilgub dan terus mengganggu basis lawan politiknya.
“Hal ini sangat keliatan di Gowa saja, tetapi di daerah lain (kader golkar melanggar) dibiarkan saja,” katanya.
Dia mencontohkan, misalnya di Kabupaten Sinjai, Ketua Harian DPD I Sulsel, M Roem dan anaknya Mizar yang masuk kandidat diluar partai Golkar di biarkan.
Daerah lain seperti, di Kabupaten Jeneponto ada anak wakil bupati Jeneponto yang juga anggota DPRD yang tidak mendukung cabup usungan Golkar karena bapaknya juga masuk cabup dari partai Demokrat hanya diam membisu.
“Dan banyak lagi, saya tantang NH untuk sapu bersih kader yang tidak mendukung usungan Golkar dipilkada serentak,” tuturnya.
Sugianto menambahkan, jangan hanya pemecatan dilakukan di Golkar Gowa saja. Pengurus DPD I harus tegas dan konsisten. Dikatakan, jangan karena kepentingan Pilgub Sulsel, Golkar dihancurkan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
“Kalau begini gaya kepemimpinan beliau (NH), maka kader potensial partai Golkar akan banyak yang pindah kepartai lain. Saya kira budaya pemecatan sudah tidak cocok digunakan dijaman now partai Golkar pasca Munaslub baru baru ini dijakarta,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, setelah Rahmansyah, kini Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) kembali mengusulkan 5 kader golkar Gowa untuk dipecat dengan alasan tidak mengikuti perintah partai.
kelima kader tersebut yakni, legisltor Golkar DPRD Kabupaten Gowa, Kasim Sila, Legislator DPRD Sulsel, Hj Rismawati Kadir Nyampa, Sugianto Pettanagara, Irmawati Haeruddin dan Musaddiah Rauf.
Pemecatan demi pemecatan yang dilakukan oleh NH bisa jadi tanpa pertimbangan, keputusan tersebut dinilai kepanikannya karena kader Golkar tidak solid mendukung dirinya di Pilgub.(*)
Comment