GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL menerima kunjungan Chief Field Office Unicef Makassar, Hengki Widjaja beserta rombongan di ruang rapatnya, Rabu (14/3/2018).
Pertemuan ini memperkuat program kerjasama Unite For Children (Unicef) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa guna memenuhi kesejahteraan dan perlindungan anak melalui kemitraan dengan Yayasan BaKTI serta Yayasan Indonesia Mengabdi.
Hendrik mengatakan, kunjungannya ke Gowa, ingin melihat secara langsung perkembangan program kerjasama yang dibangun antara pihaknya dengan pihak Pemkab Gowa khususnya mengenai Pusat Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif (PPKAI) dan peningkatan pencatatan kelahiran di daerah ini.
“Kami ingin melihat seberapa besar progres kerja dari PPKAI Gowa yang telah dijalankan. Berdasarkan data, peningkatan yang ada di Kabupaten Gowa dalam program ini cukup signifikan. Dari progres capaiannya 52 persen dibulan September tahun 2017 yang lalu, di bulan Desember di tahun yang sama sudah meningkat hingga 90 persen. Bahkan melampaui target nasional yang hanya sebesar 85 persen,” ungkapnya.
Child Protection Spesialist Unicef Indonesia, Astrid Dionisio juga menguatkan pernyataan Hendrik serta memuji keberhasilan program ini.
“Kabupaten Gowa sangat unik dan dapat dijadikan lokus percontohan untuk daerah-daerah lain. Kontribusi yang besar dari Pemkab Gowa juga terjalinnya kerjasama dan koordinasi yang baik dari beberapa SKPD terkait,” ujar Astrid.
” Kami berharap kepada Bupati Gowa kiranya setiap desa memiliki Sekretariat PPKAI agar kerja semakin maksimal dan progres capaian bisa meningkat lagi,” tambah Astrid.
Adnan sendiri menyambut hangat kedatangan rombongan dari Unicef. Menurutnya, kerjasama yang telah lama terjalin selama ini hasilnya sudah dapat rasakan saat ini.
“Peningkatan dan capaian yang kita rasakan saat ini tentu berkat kerjakeras dari seluruh pihak yang ada, bukan hanya kerja dari Pemkab Gowa, melainkan hasil kerjasama dari seluruh stakeholder yang mampu bergerak bersama dan mengetahui apa tugasnya masing-masing,” jelasnya.
Pemkab Gowa kata Adnan sejak awal melakukan kerjasama memang melibatkan seluruh SKPD terkait, karena untuk mensukseskan program ini tidak akan mungkin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berjalan dengan sendirinya, tetapi harus ada Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas -Dinas lainnya.
“Hal ini dilakukan agar dalam mensukseskannya perlu dilakukan perumusan kegiatan yang tepat, dan akan dibagi bersama dengan seluruh SKPD sesuai dengan tupoksinya, dan alhamdulillah hasilnya dapat berjalan lancar desuai yang diharapkan,”ujar orang nomor satu di Gowa. (an).
Comment