Lawan Hoaks! Pemkab Gowa Gencarkan Imunisasi Zero Dose

Lawan Hoaks! Pemkab Gowa Gencarkan Imunisasi Zero Dose

GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Tim Penggerak PKK terus memperkuat benteng kesehatan anak melalui program imunisasi Zero Dose. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyisir anak-anak yang sama sekali belum pernah menerima imunisasi dasar di wilayah Kabupaten Gowa.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, memantau langsung pelaksanaan imunisasi di Posyandu Bunga Masamba, Kelurahan Tombolo, Sabtu (18/4/2026). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa imunisasi adalah perlindungan mutlak bagi anak dari ancaman penyakit berbahaya.

Meluruskan Informasi Keliru

Selain memantau teknis pelaksanaan, Darmawangsyah memanfaatkan momentum ini untuk meluruskan kabar miring mengenai keamanan vaksin. Ia menyayangkan masih adanya isu negatif yang menyebut imunisasi berbahaya bagi kesehatan anak.

“Saya turun langsung untuk memastikan target terpenuhi. Jangan percaya informasi yang tidak benar karena imunisasi justru membentuk kekebalan tubuh anak agar tidak mudah terserang virus,” tegas sosok yang akrab disapa DM ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa imunisasi kini menjadi syarat penting, baik untuk kesehatan maupun kelengkapan administrasi kependudukan dan pendidikan di masa depan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran kecamatan hingga desa untuk aktif mendata anak yang belum tersentuh vaksinasi agar intervensi berjalan tepat sasaran.

Aksi Jemput Bola di Lapangan

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah, mengungkapkan bahwa masih ada tantangan besar dalam memberikan imunisasi dasar secara lengkap. Menurutnya, proses ini harus berlangsung secara berkelanjutan mulai dari bayi hingga usia sekolah.

Khusus di wilayah Kelurahan Tombolo, tim PKK dan kader posyandu bergerak cepat melakukan verifikasi data. Berdasarkan data awal, terdapat 128 anak yang menjadi sasaran, namun setelah pengecekan lapangan, 90 anak ternyata sudah menerima imunisasi lengkap.

“Saat ini tersisa 38 anak yang perlu melengkapi imunisasinya. Jika memungkinkan, kami bersama kader akan mendatangi langsung rumah warga (door to door) untuk memastikan status mereka,” ujar Andi Tenri Indah.

Aksi jemput bola ini merupakan strategi utama Pemkab Gowa untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Melalui kolaborasi kuat antara tenaga kesehatan dan masyarakat, Gowa optimis mampu mencetak generasi masa depan yang tangguh, sehat, dan terlindungi dari penyakit menular.


Comment