BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sempat mendapat sorotan setelah muncul keluhan pasien melalui media sosial facebook tentang kwitansi pembayaran RS tanpa rincian serta fasilitas yang belum difungsikan, pihak RS Pancaitana Bone pun angkat bicara.
Melalui pertemuan dengan sejumlah awak media, Kepala Sub Bagian Tata Usaha RS Pancaitana, Fahruddin Idrus, menjelaskan bahwa pihaknya memang sulit membuat rincian pembayaran pasien karena klaim dari BPJS itu bentuknya paket.
“Ketika pasien mau keluar dibuatkan klaimnya, itu bukan berdasarkan rincian, bukan diagnosa tapi kelas pasien, bukan berarti saya tidak punya rincian, itu gelondongan” jelas Fahruddin.
Ditambahkan bahwa pihaknya malah rugi jika pasien dirawat lama di RS karena klaim BPJS tetap sama. Dari kamar yang ditempati pasien, klaim BPJS senilai Rp 4 juta ditambah layanan 30 persen hingga pasien bayar selisih sebesar Rp 1.2 juta.
“Banyak klaim disini kami dirugikan, makin lama pasien di RS, semakin rugi karena BPJS bayarnya sama, kalau menuntut rincian, hanya seperti itu” tambahnya.
Untuk fasilitas RS yang belum juga difungsikan, salah satunya TV yang ada dalam kamar pasien, Fahruddin pun menanggapi kalau itu karena belum dianggarkan oleh pihak RS Pancaitana.
“Kami tidak mungkin tiba-tiba menganggarkan kalau tidak ada di DPA, nanti kami ditangkap” terangnya. (eka)
Comment