Pendaftar Jalur Mandiri UNM 6.200 Orang, Kuota Cuma 2.800 Kursi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Jalur Mandiri di Universitas Negeri Makassar (UNM) mencapai 6.200 orang.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hanya 5.504. Namun, jumlah mahasiswa yang diterima hanya 2.800 pendaftar. Angka tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan UNM.

Hal ini disampaikan Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam MTP kepada wartawan setelah melakukan pemantauan ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Jalur Mandiri, Selasa (24/7/2018).

Kata dia, seleksi Jalur Mandiri dilaksanakan selama dua hari, Selasa – Rabu (24/25/2018). “Tes Jalur Mandiri ada beberapa tahap, pertama tes potensi akademik. Hari ini telah dilakukan. Hari kedua dilajutkan tes keterampilan,” ujarnya.

Kuota Jalur Mandiri, jelas Prof Husain, yang diterima hanya 30 persen jari target yang diterima, yakni 30 persen. Angka ini ditambah 10 persen dari jalur atau seleksi sebelumnya.

Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun dibagi tiga yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Mandiri.

“Pengumuman ujian seleksi Mandiri ini akan diumumkan 1 Agustus 2018 mendatang,” ujarnya.

Berprestasi Bebas Tes

Prof Dr Husain Syam, mahasiswa yang berprestasi dalam bidang pendidikan atau akademik, seni dan olahraga akan masuk tanpa melakukan ujian seleksi atau bebas tes.

“Mahasiswa yang punya bakat, seperti hafiz atau menghafal Alquran 15 juz bebas seleksi. Mereka akan langsung masuk tanpa tes. Hal ini dibidang seni dan olahraga. Jika pernah menang di PON secara nasional,” ujarnya.

Mencegah terjadinya kecurangan, kata Prof Husain, pihaknya melakukan pengawasan secara berlapis. Ada pengawas ruangan dan umum. “Secara umum, seleksi kali ini kami menilai sangat baik dan lancar, tidak ada hal berarti yang menganggu,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini menjadi rutinitas, sehingga kekurangan yang ada selalu dibenahi. “Tidak ada lagi upaya main curang atau mengganti orang. Semua akan dilihat dari identitas calon mahasiswa,” paparnya. (*)


Comment